
JAKARTA, KalderaNews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Jabodetabek untuk meningkatkan kewaspadaan selama 4 hari ke depan.
Peringatan dini cuaca ekstrem resmi dikeluarkan Sabtu (8/2/2026) akibat potensi hujan sedang hingga sangat lebat yang berisiko memicu bencana hidrometeorologi.
Berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi @infobmkg, otoritas cuaca ini membagi tingkatan risiko menjadi dua level: Waspada (hujan sedang-lebat) dan Siaga (hujan lebat-sangat lebat).
BACA JUGA:
- Ini Jawaban Ilmiah Mengapa Jakarta Masih Terkepung Banjir?
- Banjir Liburan Februari-Maret 2026, Imlek, Awal Ramadan, Nyepi, dan Lebaran!
- Potret Genangan Air di Jalan Ratna dan Caman Raya Bekasi Akibat Hujan dan Banjir
Kamis dan Jumat, 5–6 Februari 2026
Seluruh wilayah Jabodetabek, mulai dari Kepulauan Seribu, seluruh area Jakarta, Tangerang Raya, Bekasi, Depok, hingga Bogor, diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat secara merata.
Sabtu, 7 Februari 2026
Tingkat peringatan mengalami perubahan di mana beberapa wilayah naik menjadi status siaga hujan lebat hingga sangat lebat. Wilayah yang masuk dalam zona siaga tersebut meliputi Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Kepulauan Seribu, sementara wilayah lainnya tetap berada dalam status waspada.
Minggu, 8 Februari 2026
Status peringatan kembali menjadi waspada untuk seluruh area Jabodetabek. Meskipun intensitas sedikit mereda dibandingkan status siaga hari sebelumnya, masyarakat di seluruh titik Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi tetap diminta waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat mengganggu aktivitas.
Potensi Bencana Hidrometeorologi
BMKG menekankan bahwa intensitas hujan yang tinggi ini membawa risiko nyata berupa:
- Banjir dan banjir bandang di area dataran rendah dan bantaran sungai.
- Tanah longsor, khususnya untuk wilayah dataran tinggi seperti Bogor.
- Gangguan transportasi, termasuk jarak pandang yang berkurang dan genangan di ruas jalan tol maupun protokol.
Sebagai catatan tambahan, masyarakat yang beraktivitas di pusat kota juga perlu memperhatikan pengalihan arus, mengingat adanya penutupan sejumlah jalan di Jakarta pada 5-7 Februari terkait kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Australia.
“Kewaspadaan dan respons cepat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem selama periode peringatan berlangsung,” tulis pernyataan resmi BMKG.
Masyarakat diminta untuk selalu memantau perkembangan cuaca secara real-time melalui aplikasi InfoBMKG atau situs resmi bmkg.go.id.
Selain itu, warga juga disarankan memantau kondisi lapangan dan melaporkan kejadian bencana melalui platform PetaBencana.id.
Pastikan saluran air di lingkungan sekitar tidak tersumbat dan hindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat hujan disertai angin kencang melanda.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply