SEMARANG, KalderaNews.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mengajukan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp 181 triliun kepada DPR RI.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa dana jumbo tersebut dialokasikan khusus untuk penguatan infrastruktur dan kualitas SDM pendidikan, bukan untuk pendanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
BACA JUGA:
- Viral! Kepsek di Salatiga Protes Menu MBG, Temukan Buah Busuk hingga Ulat, SPPG Akui Lalai
- Mengejutkan! Begini Hasil Riset Program MBG di 5 SD Jakarta
- Viral Telur Rebus MBG di Magetan Diduga Masih Ada Kotoran Ayam, Warganet Soroti Kualitas Menu
“Kami sudah paparan di DPR soal ABT ini. Kami dalam posisi menunggu keputusan,” ujar Abdul Mu’ti usai rapat koordinasi di Kantor Pemprov Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026).
Fokus pada Sekolah Rusak dan Digitalisasi
Mu’ti menjelaskan bahwa prioritas utama dari anggaran tambahan ini adalah membenahi fisik sekolah. Saat ini, kondisi banyak satuan pendidikan di Indonesia dinilai cukup memprihatinkan dan membutuhkan penanganan cepat.
- Revitalisasi Sekolah: Target perbaikan menyasar 20.000 satuan pendidikan yang mengalami kerusakan.
- Digitalisasi Pendidikan: Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, Kemendikdasmen berencana mendistribusikan Interactive Flat Panel (IFP) atau panel digital interaktif. Sebanyak 325.000 sekolah akan menerima masing-masing 3 unit IFP untuk mendukung metode belajar modern.
Angin Segar bagi Guru Honorer dan Mahasiswa Guru
Selain infrastruktur, ABT ini juga menjadi jawaban atas tuntutan peningkatan kesejahteraan pendidik. Kemendikdasmen mengusulkan dua skema bantuan finansial:
- Beasiswa Guru: Sebanyak 150.000 guru di seluruh Indonesia yang belum memiliki gelar D4 atau S1 akan mendapatkan beasiswa sebesar Rp 3 juta per semester untuk menyelesaikan studinya.
- Kenaikan Insentif Honorer: Pemerintah berencana menaikkan insentif bulanan bagi guru honorer dari semula Rp 300.000 menjadi Rp 400.000.
Integrasi Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Pendidikan Karakter
Meski anggaran Rp181 triliun tersebut bukan untuk membiayai program MBG, Abdul Mu’ti menekankan bahwa program makan siang gratis tetap menjadi pilar penting dalam kementeriannya.
MBG kini diintegrasikan ke dalam program “7 Kebiasaan Indonesia Hebat”.
“MBG memiliki kaitan yang sangat langsung dengan program kementerian, mulai dari penanaman nilai spiritual, kedisiplinan, hingga budaya bersih,” jelasnya.
Hingga awal Maret 2026, realisasi program MBG dilaporkan telah mencapai angka yang signifikan:
- Penerima: 49,6 juta siswa (93% dari total siswa nasional).
- Cakupan Sekolah: 288.845 satuan pendidikan (66,5% dari total sekolah).
Temuan Riset: MBG Tingkatkan Motivasi Belajar
Berdasarkan penelitian kolaboratif antara Kemendikdasmen dengan Lab Sosio Universitas Indonesia (UI), program MBG terbukti memberikan dampak positif bagi siswa dari kelompok ekonomi rendah.
Data menunjukkan bahwa aktivitas makan bersama tidak hanya membantu asupan gizi, tetapi juga menciptakan pengalaman menyenangkan yang membuat siswa jauh lebih bersemangat untuk berangkat ke sekolah dan belajar.
“Karena itu program ini diharapkan berkelanjutan dan terus ditingkatkan kualitasnya,” pungkas Mu’ti.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply