Heboh! Sebut Bau ‘Kelek’, Ramai-ramai Siswa di Bandung Kembalikan MBG

Viral! Siswa Bandung Kembalikan MBG Gegara Bau Tak Sedap
Viral! Siswa Bandung Kembalikan MBG Gegara Bau Tak Sedap
Sharing for Empowerment

Heboh siswa di Bandung ramai-ramai kembalikan MBG usai mencium bau tak sedap dan mirip dengan bau ketiak. Apa penyebabnya?

JAKARTA, KalderaNews.com- Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah siswa mengembalikan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dapur SPPG mendadak ramai diperbincangkan di media sosial.

Aksi tersebut dipicu oleh keluhan para siswa terkait dengan kondisi makanan yang disebut-sebut memiliki bau tidak sedap.

Peristiwa ini terjadi di SMPN 1 Dayeuhkolot, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Selasa (7/4).

BACA JUGA:

MBG diduga bau tidak enak

Dalam rekaman yang beredar di media sosial, terlihat para siswa membawa ompreng berisi menu MBG secara berkelompok.

Sambil membawa makanan tersebut, para siswa terdengar berteriak, “Bau, bau, bau kelek (ketiak) MBG-na,” sebagai bentuk protes terhadap kualitas makanan yang mereka terima.

Selanjutnya, ompreng berisi paket MBG itu dibawa ke dapur SPPG yang lokasinya tidak jauh dari sekolah. Setibanya di sana, makanan tersebut dikumpulkan di depan dapur sebagai bentuk pengembalian.

Menanggapi kejadian tersebut, jajaran Forkopimcam Dayeuhkolot langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

Kapolsek Dayeuhkolot AKP Triyono membenarkan adanya kejadian tersebut. “Iya benar. Kemarin kami Forkopimcam sudah cek langsung ke TKP,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG saat itu terdiri dari nasi putih, rendang ayam, tempe orek, acar timun wortel, serta buah melon. Namun, saat dibuka oleh siswa, makanan tersebut mengeluarkan aroma yang tidak sedap.

Terkait dugaan makanan basi, pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“(Dugaan makanan basi) Nah itu masih dicek oleh Puskesmas Dayeuhkolot, kemarin sudah di ambil sampelnya,” jelas Triyono.

Sebagai tindak lanjut, operasional dapur SPPG untuk sementara dihentikan guna proses evaluasi dan pemeriksaan.

“Informasinya (dapur SPPG) sementara di-off-kan sambil evaluasi dan pengecekan (menu makanan) dari Puskesmas Dayeuhkolot,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


1,253 views