
Tragis, pelajar SMP di Siak tewas saat ujian praktik sains usai senapan 3D rakitannya meledak. Simak kronologi dan penyebabnya.
SIAK, KalderaNews.com- Insiden tragis terjadi saat ujian praktik sains di SMP Islamic Center Siak, Riau. Seorang siswa kelas IX berinisial MA (15) meninggal dunia setelah mengalami ledakan yang mengenai bagian kepala.
Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 10.30 WIB ketika para siswa tengah mengikuti ujian praktik sains. Dalam kegiatan itu, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menampilkan hasil karya mereka.
“Saat praktek ada lima kelompok siswa dan satu kelompok terdiri dari sembilan pelajar. Ini ujian praktek sains pelajar IPA,” kata Raja Kosmos, Rabu (8/4/2026).
BACA JUGA:
- Siswa SMP di Sragen Tewas di Toilet Sekolah, Begini Kronologinya!
- Kronologi Bocah SD di Sukabumi Tewas Dianiaya Ibu Tiri yang Hebohkan Media Sosial
- Tragis! Siswi SD di Demak Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sempat Unggah Chat Dimarahi Ibu
Kronologi siswa meninggal dunia saat ujian praktik sains
Setiap kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil eksperimen yang telah mereka buat. Kelompok korban pun mendapat giliran untuk memperagakan karya sains yang telah dirancang sebelumnya.
Sebelum demonstrasi dimulai, korban sempat meminta rekan satu kelompoknya untuk menjauh. Hal ini karena ia akan memperagakan alat berupa senapan rakitan hasil cetak 3D yang dibuat sendiri.
“Korban ambil posisi sebagai peraga dan melakukan tembakan senjata 3D printer yang dibuat. Nah pada saat tembakan dilakukan inilah terjadi ledakan senapan 3D rakitan tersebut,” kata Raja Kosmos.
Ledakan tersebut menimbulkan suara keras dan asap, serta membuat bagian senapan terpental ke berbagai arah. Pecahan alat itu mengenai sejumlah area, termasuk aula, dinding kelas, dan kepala korban.
“Ada kena kepala korban, sehingga korban mengalami luka di bagian wajah terkena pecahan senapan korban dilarikan ke RSUD Siak. Setelah dilakukan pemeriksaan korban dinyatakan meninggal dunia,” kata Kasat.
Korban dikenal siswa yang kreatif
Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa senapan tersebut merupakan ide dan hasil rancangan korban sendiri. Di lingkungan sekolah, korban dikenal sebagai siswa yang kreatif dan memiliki prestasi.
“Berdasarkan keterangan guru pengganti, senapan merupakan ide korban sendiri. Korban dikenal sebagai siswa kreatif dan berprestasi,” kata Kapolres.
Sementara itu, pihak kepolisian juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Di antaranya terdapat selongsong, gotri, serta serbuk berwarna hitam yang masih akan diteliti lebih lanjut di laboratorium forensik Polda Riau.
“Di TKP ini kita temukan selongsong, gotri dan ada juga bubuk yang dicurigai apakah ini bahan peledak. Maka kita akan kirim ke labfor,” kata Raja Kosmos.
Tidak ada korban lain dalam insiden tersebut, karena alat yang meledak diduga hanya digunakan oleh korban dalam demonstrasi praktik tersebut.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply