
SUKABUMI, KalderaNews.com – Kasus meninggalnya seorang bocah sekolah dasar berinisial NS (12) asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, viral di media sosial setelah muncul dugaan kekerasan yang dilakukan oleh ibu tirinya.
Kronologi kejadian diungkap oleh ayah korban, Anwar Satibi (38), yang menceritakan kondisi anaknya sejak awal hingga akhirnya meninggal dunia.
Berdasarkan laporan yang beredar, peristiwa ini terjadi di wilayah Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi.
BACA JUGA:
- Kronologi Siswa SMP di Tual Tewas di Tangan Oknum Brimob, Dihentikan di Jalan hingga Berujung Kematian
- Geger! Streamer TikTok Temukan Jasad Pelajar SMP Negeri 26 Bandung, Begini Kronologinya!
- Geger! Guru SMA di Pasar Rebo Dipecat, Gegara Lecehkan Siswi! Begini Kronologi Lengkapnya!
Mendapat Kabar Anak Sakit Saat Awal Ramadan
Anwar mengaku pertama kali mendapat kabar dari istrinya bahwa NS dalam kondisi sakit pada malam pertama salat tarawih. Saat itu ia sedang bekerja di Kota Sukabumi dan diminta segera pulang.
“Nah, saya pulang karena ada telepon. Pulang ya uih (pulang), (NS) teu damang (sedang sakit), terus mengelantur, panas (demam),” kata Anwar.
Sesampainya di rumah, Anwar terkejut melihat kondisi tubuh anaknya yang tidak wajar.
“Saya pulang, waktu sampai di rumah, saya kaget melihat kondisi anak saya yang kulitnya pada melepuh,” tuturnya.
Melihat kondisi tersebut, Anwar langsung menanyakan penyebab luka melepuh di tubuh anaknya kepada sang istri. Namun, ia mendapatkan jawaban bahwa luka tersebut disebabkan oleh demam tinggi.
“Saya tanya, ‘Mah, kenapa ini kulitnya (NS) seperti ini?’ Dia jawab, ini kan sakit panas ya, jadi pada melepuh. Nah, saya pikirnya ya nanti ya sudah beli salep begitu, dibawa ke rumah sakit,” tutur Anwar.
Pengakuan Korban Saat Dirawat di Rumah Sakit
Pada Kamis (19/2/2026) pagi, NS kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Saat itulah korban diduga sempat mengungkap penyebab luka yang dialaminya.
Menurut Anwar, pengakuan anaknya membuat dirinya mulai curiga adanya tindakan kekerasan.
“NS ngaku dikasih minum air panas, makanya itu ada di dalam video (luka melepuh NS berada) di kaki, ada di punggung, di tangan, banyak,” lanjut Anwar.
Pengakuan tersebut juga sempat memicu adu mulut yang terekam dalam video dan beredar di media sosial.
Korban Meninggal Dunia dan Dilakukan Otopsi
NS kemudian dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026) sore. Setelah kejadian tersebut, Anwar memutuskan untuk melakukan otopsi guna memastikan penyebab kematian anaknya.
“Kecurigaan ada (dugaan penganiayaan oleh ibu tiri NS), tetapi kami tidak bisa menuduh. Ya makanya saya mau melakukan otopsi biar jelas nanti hasilnya,” ucap Anwar.
Hasil pemeriksaan awal tim forensik menemukan adanya sejumlah luka bakar di beberapa bagian tubuh korban, seperti lengan, kaki, paha, serta area bibir dan hidung. Meski demikian, dokter forensik belum dapat memastikan penyebab pasti kematian.
Selain itu, sampel organ korban seperti jantung dan paru-paru juga dibawa ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui kemungkinan adanya zat tertentu di dalam tubuh korban.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial, sementara proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian bocah tersebut.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply