5 Juni, Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Cek Tema dan Sejarahnya!

Ilustrasi: Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni. (Ist.)
Ilustrasi: Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni. (Ist.)
Sharing for Empowerment

Bumi kian sekarat akibat Triple Planetary Crisis. Hari Lingkungan Hidup 2026 menuntut aksi nyata, bukan sekadar janji manis!

JAKARTA, KalderaNews.com – Peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia atau World Environment Day (WED) yang jatuh pada Jumat, 5 Juni 2026, bukan lagi sekadar seremonial tahunan.

Tahun ini, Republik Azerbaijan resmi didapuk sebagai tuan rumah global.

Penunjukan ini menjadi sorotan strategis mengingat kawasan Kaukasus kini tengah berada di garis depan dalam menghadapi dampak nyata perubahan iklim, mulai dari penyusutan Laut Kaspia hingga fluktuasi cuaca ekstrem.

BACA JUGA:

Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Secara global, United Nations Environment Programme (UNEP) menggemakan tema “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future” yang diamplifikasi melalui tagar #NowForClimate.

Fokus utama tahun ini adalah mengoptimalkan Solusi Berbasis Alam (Nature-based Solutions) dan mempercepat adopsi teknologi hijau.

Dunia sedang berkejaran dengan waktu; untuk menahan laju pemanasan global di bawah ambang kritis 1,5°C, umat manusia wajib memangkas 50% emisi gas rumah kaca tahunan sebelum tahun 2030.

Jika kita gagal, bersiaplah menghadapi lonjakan polusi udara hingga 50% dan pasokan plastik di ekosistem laut yang diprediksi melonjak tiga kali lipat pada tahun 2040.

Komitmen nyata Indonesia

Menanggapi alarm bahaya global tersebut, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup bergerak cepat dengan merilis Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2026.

Indonesia menegaskan posisinya melalui tema nasional yang provokatif dan menukik: “Saatnya Bekerja untuk Iklim”.

Tema ini dipilih bukan tanpa alasan. Pemerintah ingin melakukan lompatan paradigma besar-besaran di tengah masyarakat.

Kesadaran dan pengetahuan saja dinilai sudah usang dan tidak lagi cukup untuk menyelamatkan bumi.

Fokus HLH 2026 di Indonesia adalah memobilisasi massa dari sekadar “peduli” menjadi “pelaku” aksi penyelamatan lingkungan secara langsung.

Menolak lupa Konferensi Stockholm 1972

Akar dari gerakan masif ini bermula dari Konferensi Stockholm (Konferensi Lingkungan Hidup Manusia) yang diinisiasi oleh PBB pada 5-16 Juni 1972 di Swedia.

Konferensi bersejarah tersebut merupakan pertama kalinya dalam sejarah peradaban modern di mana para pemimpin dunia duduk bersama, meletakkan ego geopolitik, dan mengakui bahwa kerusakan lingkungan adalah ancaman nyata bagi eksistensi manusia.

Melalui forum itulah, Majelis Umum PBB secara resmi menetapkan tanggal 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia, sebuah mandat tahunan yang kini, 54 tahun kemudian, menjadi tamparan keras bahwa bumi tempat kita berpijak sudah berada di titik nadir jika kita tetap memilih abai.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*