
Disdik Sukabumi ajukan dispensasi ujian OSN susulan ke Kemendikdasmen usai pemadaman listrik massal gagalkan ujian daring siswa.
SUKABUMI – Jagat maya tengah dihebohkan oleh video mengharukan yang memperlihatkan seorang siswi Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menangis histeris.
Siswi tersebut diketahui bernama Nadia Putri Muda Paramita (Nanad), murid kelas SD Negeri Gandasoli, Cipurut, Kecamatan Cireunghas.
Nadia gagal menyelesaikan ujian Olimpiade Sains Nasional (OSN) SD 2026 lantaran adanya pemadaman listrik secara mendadak saat kompetisi berbasis daring (online) tersebut sedang berlangsung pada pekan ini.
BACA JUGA:
- Viral Siswa SD Sukabumi Gagal OSN 2026 Akibat Listrik Padam 4 Jam
- OSN 2026 Dimulai! Cabang Baru AI Jadi Gebrakan di Jenjang SMA
- OSN-K 2026 Sudah Dimulai! Simak Tata Tertib dan Sanksinya
Video yang diunggah oleh akun Instagram @nanad.0814 tersebut langsung viral, memancing empati mendalam sekaligus kritik tajam dari jutaan warganet terhadap mitigasi infrastruktur digital di dunia pendidikan.
Detik-Detik Pemadaman Listrik Massal Lumpuhkan Server OSN
Berdasarkan keterangan dari ibu kandung Nadia, insiden fatal tersebut terjadi ketika ujian baru berjalan 32 menit. Pemadaman listrik massal yang berlangsung lebih dari empat jam di wilayah tersebut membuat seluruh jaringan internet lumpuh total.
Tidak hanya Wi-Fi sekolah yang mati, sinyal data seluler di beberapa kecamatan bahkan ikut hilang total sehingga token ujian peserta terputus dari server pusat.
“Gagal menyelesaikan OSN karena tiba-tiba mati lampu di menit ke-32. Sakit hati banget, anak udah belajar berbulan-bulan siang malam malah berakhir seperti ini,” tulis sang ibu dalam narasi videonya yang viral.
Ibu Nadia juga mengklarifikasi bahwa peralihan ke data seluler mustahil dilakukan karena pemadaman total membuat pemancar sinyal (BTS) di wilayah mereka ikut terganggu, bahkan sekadar untuk mengirim pesan teks saja tidak bisa.
Respons Cepat Disdik Sukabumi: Ajukan Dispensasi ke Pusat
Menanggapi gelombang aksi protes warganet dan demi melindungi hak-hak siswa, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi bergerak cepat. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, mengonfirmasi bahwa gangguan ini tidak hanya menimpa wilayah Cireunghas.
Berdasarkan laporan di lapangan, wilayah I yang meliputi beberapa kecamatan turut terdampak pemadaman total:
- Kecamatan Cireunghas
- Kecamatan Sukalarang
- Kecamatan Sukaraja
- Kecamatan Kebonpedes
Herdiawan mengungkapkan bahwa pihak Disdik sebenarnya telah melayangkan surat pemberitahuan dini kepada pihak PLN sebelum agenda OSN dimulai demi menjamin kestabilan pasokan daya.
Namun, pihak PLN mengonfirmasi adanya gangguan teknis tak terduga pada jaringan pusat.
Berikut adalah kutipan langsung dari Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, mengenai langkah konkret yang sedang diambil:
“Sedang diinventarisasi dan nanti akan diusulkan dispensasi ke Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah) supaya ada susulan atau pengulangan OSN bagi yang terdampak mati lampu, karena informasinya di kabupaten dan kota lain juga sama kejadian serupa terjadi.”
Evaluasi Sistem Ujian Daring dan Kesiapan Sekolah
Kasus yang menimpa Nadia kembali membuka ruang diskusi publik berskala nasional mengenai mitigasi risiko dalam pelaksanaan ujian berbasis teknologi digital. Ketergantungan penuh pada stabilitas arus listrik dan sinyal internet dinilai kerap merugikan siswa di daerah ketika terjadi kendala teknis di luar kendali mereka.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Herdiawan menjelaskan bahwa ke depan pihak sekolah diharapkan mampu membangun sistem cadangan (backup system).
Meski sebagian sekolah di Sukabumi sudah memiliki fasilitas pendukung, penyediaan generator set (genset) mandiri akan menjadi perhatian khusus ke depan agar proses evaluasi akademik daring tidak terhambat oleh faktor eksternal.
Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi berharap penuh agar Kemendikdasmen mengabulkan permohonan dispensasi ini, sehingga seluruh siswa berprestasi yang terdampak gangguan jaringan tetap mendapatkan hak yang adil untuk berkompetisi di tingkat nasional.
Kondisi terkini Nadia dikabarkan sudah jauh lebih tenang, ikhlas, dan kembali ceria setelah mendapatkan ratusan ribu dukungan moril serta doa dari masyarakat luas di media sosial.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply