Sosok Kasatpol PP Nesan Sujana: Baru Raih Doktor, Diterpa Isu Pelecehan

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Bekasi, Dr. Nesan Sujana, S.T., M.T., CGCAE
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Bekasi, Dr. Nesan Sujana, S.T., M.T., CGCAE (KalderaNews/IG @satpolppkotabks)
Sharing for Empowerment

Dr. Nesan Sujana bantah tuduhan pelecehan di Satpol PP Bekasi, siap sumpah pocong dan tempuh jalur hukum demi nama baik.

BEKASI, KalderaNews.com – Nama Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Bekasi, Dr. Nesan Sujana, S.T., M.T., CGCAE, kini tengah berada di bawah sorotan tajam.

Di satu sisi, ia baru saja mengukir prestasi akademik yang sangat membanggakan. Namun di sisi lain, pria bergelar Doktor Ilmu Administrasi Publik di Universitas Pasundan ini harus menghadapi ujian berat dalam karier dan kehidupan pribadinya menyusul tudingan dugaan pelecehan terhadap sejumlah bawahannya.

Ironisnya, dugaan miring ini mencuat berdekatan dengan momen pembuktian kapasitas dirinya di dunia pendidikan. Keluarga Besar Satpol PP Kota Bekasi baru saja memberikan apresiasi mendalam atas pencapaian luar biasa sang komandan sebagai Wisudawan Terbaik Program S3 (Doktor) Ilmu Administrasi Publik di Universitas Pasundan.

BACA JUGA:

Pencapaian akademis tertinggi ini sempat menjadi kebanggaan tersendiri bagi institusi, sekaligus bukti nyata komitmennya dalam meningkatkan kapasitas diri demi pelayanan publik. Namun, euforia prestasi tersebut seketika terusik oleh riuhnya tuduhan hukum yang dialamatkan kepadanya.

Menanggapi hal itu, Nesan tampil ke publik bukan hanya untuk membantah, melainkan untuk menegaskan posisinya sebagai seorang kepala keluarga dan pimpinan yang harga dirinya terusik.

Ia menyatakan siap mempertimbangkan langkah hukum apabila tuduhan miring tersebut tidak terbukti dalam proses investigasi.

“Kalau nantinya memang terbukti tuduhan itu tidak benar, tentu akan kami pelajari langkah hukumnya. Apakah kami akan melapor ke Polda atau langkah hukum lainnya,” ujar Nesan.

Terpukul secara Psikis: “Sangat Merusak Harga Diri Saya dan Keluarga”

Bagi Dr. Nesan Sujana, kasus ini bukan lagi sekadar urusan birokrasi atau politik kantor, melainkan sudah menyerang ranah privasinya.

Riuhnya pemberitaan yang berkembang liar diakuinya telah memberikan dampak psikologis yang berat bagi orang-orang tercintanya, tepat di saat mereka seharusnya merayakan keberhasilannya meraih gelar Doktor.

Nesan mengungkapkan, sorotan negatif yang datang bertubi-tubi sebelum adanya pembuktian resmi telah mengganggu ketenangan keluarga besarnya.

“Terus terang, pemberitaan ini sangat berpengaruh terhadap psikis keluarga saya. Keluarga besar saya merasa terganggu karena saya merasa tidak melakukan seperti yang dituduhkan,” ungkapnya emosional.

Ia merasa heran mengapa isu ini menggelinding begitu cepat bak bola salju di media massa. “Sebelum investigasi dilakukan, pemberitaannya sudah ramai. Yang dibahas (awalnya) pelecehan verbal, tapi pemberitaannya mengarah ke mana-mana,” sesal Nesan.

Bantah Tudingan dan Minta Pembuktian yang Objektif

Secara tegas, Nesan membantah seluruh poin pengaduan yang diarahkan kepadanya. Ia mengklaim bahwa dalam sebuah forum, pihak yang bersangkutan sebenarnya sudah mengakui bahwa tindakan fisik yang dituduhkan itu tidak pernah terjadi.

“Pelecehan seksual itu sama sekali tidak dilakukan. Tidak ada kejadian tersebut. Dan itu juga diakui oleh yang bersangkutan di depan forum,” tuturnya.

Sebagai seorang doktor di bidang administrasi publik dan pemegang sertifikasi CGCAE, Nesan menyatakan tidak akan lari dari prosedur birokrasi.

Ia siap kooperatif menghadapi pemeriksaan formal yang nantinya digelar oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Inspektorat Kota Bekasi. Namun, ia menuntut objektivitas yang nyata.

“Kalau nanti memang ada proses dari Pemerintah Kota, tentu saya siap mengikuti seluruh prosedur. Ini menyangkut nama baik saya. Tapi saya minta dibuktikan kebenarannya,” cetus Nesan.

Siap Sumpah Pocong

Nesan menegaskan dirinya tidak pernah melakukan tindakan seperti yang dituduhkan. Sebagai bentuk keyakinannya, ia bahkan menyatakan siap menjalani sumpah pocong apabila terbukti melakukan dugaan pelecehan tersebut.

Ia meminta agar proses keadilan berjalan secara terbuka dan gamblang tanpa adanya penggiringan opini yang menyudutkannya.

“Saya sampaikan, ayo sumpah pocong. Karena saya tidak pernah melakukan. Tapi tadi saya digiring secara opini supaya terkesan bersalah, dan saya tidak mau itu karena tidak adil,” tegasnya.

Duduk Perkara Pengaduan di DPRD

Kasus yang menyeret nama Dr. Nesan Sujana ini bermula ketika empat pegawai perempuan Satpol PP Kota Bekasi melayangkan pengaduan ke Komisi I DPRD Kota Bekasi. Anggota dewan kemudian meresponsnya dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara tertutup pada Kamis (25/6/2026).

Hingga saat ini, Komisi I DPRD telah meminta para pelapor untuk segera melayangkan laporan resmi yang dilengkapi kronologi dan bukti pendukung ke BKPSDM dan Inspektorat agar investigasi bisa berjalan sesuai koridor hukum yang sah.

Bagi Dr. Nesan Sujana, proses investigasi resmi inilah yang ia tunggu-tunggu. Ilmu, gelar, serta kredibilitas profesional yang ia miliki kini dipertaruhkan.

Melalui mekanisme yang objektif, ia berharap kabut hitam yang menyelimuti nama baik pribadi, keluarga, serta institusi Satpol PP Kota Bekasi bisa segera tersingkap terang benderang.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*