Ini Riset-Riset yang Akan Dibuat Pusat Studi Kepolisian Unhas

Ilustrasi: Polisi Wanita (Polwan). (KalderaNews.com/Ist.)
Polisi Wanita (Polwan). (KalderaNews.com/Ist)
Sharing for Empowerment

Unhas resmi luncurkan Pusat Studi Kepolisian pertama di kampus. Siap kaji bom ikan hingga kejahatan digital berbasis data!

MAKASSAR, KalderaNews.com – Universitas Hasanuddin (Unhas) meresmikan Pusat Studi Kepolisian sebagai wadah kolaborasi strategis antara dunia akademisi dan kepolisian. Kehadiran pusat studi ini ditujukan untuk mengkaji berbagai isu keamanan, hukum, dan fenomena sosial berbasis riset mutakhir.

BACA JUGA:

Peresmian dilakukan di Baruga Prof Dr H Baharuddin Lopa, Fakultas Hukum Unhas, yang dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama bersama Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) pada Rabu (9/9/2026).

Riset Lintas Disiplin dan Kejahatan Siber

Pusat Studi Kepolisian Unhas tidak hanya berfokus pada pendekatan hukum formal. Kajian yang dikembangkan dirancang bersifat lintas disiplin guna merespons dinamika kejahatan modern:

  • Dinamika Sosial & Remaja: Penanganan fenomena kenakalan remaja hingga aksi balap liar.
  • Tantangan Era Digital: Penanggulangan kejahatan berbasis digital (cybercrime) yang semakin kompleks.
  • Keamanan Perairan & Lingkungan: Kajian komprehensif terhadap perusakan ekosistem laut dan pelanggaran wilayah perairan.

Penanganan Pengeboman Ikan Jadi Fokus Utama

Rektor Unhas, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa (Prof JJ), secara eksplisit menginstruksikan masalah pengeboman ikan di perairan sebagai tugas awal prioritas pusat studi tersebut.

“Bagaimana menyelesaikan pengeboman ikan di perairan. Kita tidak hanya mengkaji pasalnya, tetapi bagaimana pusat studi ini bisa menjadikan persoalan tersebut sebagai fokus kajian utama dan mencari solusi dengan pendekatan disiplin ilmu dan lintas disiplin,” ujar Prof JJ.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, menyambut baik inisiatif ini. Ia mengakui bahwa penanganan pelanggaran di wilayah perairan memang membutuhkan terobosan pemikiran bersama yang lebih efektif.

Kebijakan Kepolisian Berbasis Data (Evidence-Based)

Inisiasi Unhas ini menjadi tonggak sejarah sebagai perguruan tinggi pertama yang menghadirkan pusat studi kepolisian berbasis akademis.

Polda Sulsel menegaskan bahwa seluruh hasil penelitian dari lembaga ini nantinya akan dijadikan acuan resmi dalam penyusunan kebijakan serta pelaksanaan tugas penegakan hukum di lapangan, sehingga langkah yang diambil institusi tidak sekadar berpatokan pada rutinitas, melainkan berbasis data empiris (evidence-based policing).

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


24 views