Mikroba Bumi Mampu Bertahan di Bulan, Ilmuwan Khawatir Kontaminasi

Permukaan bulan
Permukaan bulan (Foto: NASA)
Sharing for Empowerment

Penelitian NASA mengungkap mikroba Bumi bisa bertahan hidup dalam kondisi dorman di kawah kutub selatan Bulan.

JAKARTA, KalderaNews.com – Bulan selama ini dikenal sebagai lingkungan ekstrem hampa udara yang nyaris mustahil bagi kehidupan.

Namun, studi ilmiah terbaru dari gabungan peneliti NASA dan University of Maryland yang diterbitkan di jurnal Science Advances mengungkapkan fakta mengejutkan: sejumlah mikroorganisme asal Bumi ternyata mampu bertahan hidup (survivable niches) di permukaan Bulan, khususnya pada area kutub selatan yang terlindung dari paparan sinar Matahari.

BACA JUGA:

Kendati demikian, para ilmuwan menegaskan bahwa kemampuan bertahan hidup tidak sama dengan berkembang biak. Mikroba tersebut tidak tumbuh atau bereproduksi, melainkan berada dalam fase tertidur (dorman atau cryptobiosis).

Rahasia ‘Ceruk’ Perlindungan di Kutub Selatan Bulan

Secara umum, permukaan Bulan dihantam radiasi sinar ultraviolet (UV) secara langsung dan mengalami perubahan suhu ekstrem tanpa perlindungan atmosfer. Namun, karakteristik topografi kawasan kutub selatan Bulan menciptakan kondisi unik:

  • Banyak Bayangan Abadi: Posisi Matahari yang selalu rendah di horizon menciptakan cekungan dan kawah yang hampir selalu berada dalam bayangan.
  • Perlindungan Radiasi UV: Bayangan abadi ini menghasilkan suhu sangat rendah sekaligus melindungi area dasar kawah dari paparan radiasi UV destruktif.
  • Ukuran Mikroskopis: Ceruk perlindungan tidak hanya berupa dasar kawah luas, tetapi juga bisa berukuran amat kecil seperti cekungan bekas jejak sepatu astronaut atau lintasan roda rover.

5 Jenis Mikroorganisme yang Mampu Bertahan

Peneliti menguji lima kelompok mikroorganisme yang dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap radiasi, kondisi vakum, kekeringan, dan suhu ekstrem:

Spesies Mikroba Uji:

  1. Aspergillus niger (jamur yang biasa ditemukan di sistem HVAC dan pernah bertahan di luar ISS)
  2. Bacillus subtilis
  3. Staphylococcus aureus
  4. Deinococcus radiodurans
  5. Beberapa spesies jamur Fusarium

Implikasi Terhadap Misi Antariksa dan Planetary Protection

Temuan ini menjadi krusial mengingat misi eksplorasi manusia mendatang, seperti program pengiriman astronaut ke kutub selatan Bulan, dipastikan akan membawa triliunan mikroorganisme di tubuh, pakaian, serta peralatan teknis yang tidak mungkin disterilkan secara total.

Para ilmuwan menggarisbawahi dua alasan utama mengapa temuan ini sangat penting:

  1. Integritas Penemuan Ilmiah: Jika ilmuwan menemukan molekul biologis atau tanda kehidupan di Bulan pada masa depan, mereka harus memastikan apakah molekul tersebut memang berasal dari Bulan atau merupakan kontaminasi mikroba yang terbawa dari Bumi.
  2. Perlindungan Planet (Planetary Protection): Pemahaman mengenai batas ketahanan mikroba di lingkungan ekstrem Bulan menjadi fondasi penting sebelum manusia meluncurkan misi pencarian jejak kehidupan ke Mars.

Eksplorasi antariksa kini menuntut kewaspadaan lebih. Tanpa disadari, setiap pijakan jejak sepatu astronaut di debu Bulan tidak hanya meninggalkan bekas fisik, tetapi juga berpotensi membawa ‘penumpang mikroskopis’ dari Bumi yang mampu bertahan di lingkungan paling ekstrem.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


105 views