YOGYAKARTA, KalderaNews.com – Inilah profil Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto yang diteror penculikan sampai fitnah keluarga setelah kritik Presiden Prabowo.
Mahasiswa Filsafat angkatan 2021 ini mengaku nyawanya terancam dan keluarganya turut menjadi sasaran intimidasi.
Hal itu terjadi usai dia melontarkan kritik pedas terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
BACA JUGA:
- Anak Bunuh Diri Karena Tidak Bisa Beli Pena dan Buku, BEM UGM Tuding Negara Gagal dan Kirim Surat Terbuka untuk UNICEF, Begini Isinya
- Duka di Balik Tawa Bocah 10 Tahun di Ngada, Ternyata Alami Depresi Berat Sebelum Gantung Diri di Pohon Cengkih
- Ini Isi Surat Terakhir Siswa SD di Ngada Sebelum Bunuh Diri: “Mama, Saya Pergi Dulu”
Profil singkat Tiyo
- Nama: Tiyo Ardianto
- Status: Mahasiswa Aktif S1 Filsafat UGM (Masuk 2021)
- Asal: Kudus, Jawa Tengah
- Jabatan: Ketua BEM UGM 2025/2026
- Pendidikan sebelumnya: 2018-2021 PKBM OMAH DONGENG MARWAH (IPS)
Surat ke UNICEF dan tragedi Rp10 ribu
Gelombang teror bermula saat BEM UGM melayangkan surat terbuka kepada UNICEF pada 6 Februari 2026.
Langkah ini diambil sebagai respons atas tragedi memilukan seorang siswa SD di NTT yang nekat mengakhiri hidup karena tak mampu membeli alat tulis seharga kurang dari Rp10 ribu.
Tiyo menilai kasus tersebut adalah bukti nyata kegagalan negara. Dalam kritiknya, ia menyoroti prioritas anggaran pemerintah yang dianggap timpang, terutama program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tiyo bahkan memplesetkan singkatan tersebut menjadi “Maling Berkedok Gizi”, sebuah sindiran keras yang memicu perbincangan panas di media sosial.
Dari WhatsApp Inggris hingga fitnah ke ibu
Intimidasi yang dialami Tiyo terjadi secara sistematis dan bertubi-tubi:
- 10 Februari 2026: Tiyo menerima ancaman penculikan via WhatsApp dari nomor dengan kode internasional Inggris.
- 13 Februari 2026: Tak gentar, Tiyo kembali turun ke jalan dalam aksi di Bundaran UGM. Ia mengenakan kaos bertuliskan “Maling Berkedok Gizi” di hadapan para akademisi dan aktivis.
- 14 Februari 2026: Ancaman meningkat menjadi ancaman pembunuhan dari pihak tak dikenal. Di hari yang sama, ibunda Tiyo dikirimi pesan fitnah yang menuduh putranya menggelapkan dana kampus, lengkap dengan narasi provokatif.
Lapor LPSK dan KIKA
Meski ditekan dari berbagai sisi, aktivis asal Kudus kelahiran 26 April ini menyatakan tidak akan mundur selangkah pun.
Tiyo menegaskan bahwa perjuangannya adalah demi keadilan sosial dan hak dasar anak-anak Indonesia.
“Soal teror dan ancaman yang saya, keluarga, dan pengurus BEM terima, kami sudah komunikasikan dengan LPSK, KIKA, dan Kampus UGM untuk tindak lanjutnya,” tulis Tiyo melalui akun Instagram pribadinya, @tiyoardianto_.
Ia menutup pernyataannya dengan pesan yang berani, “Insya Allah, Tuhan bersama orang-orang yang melawan kezaliman.”
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply