SEMARANG, KalderaNews.com – Kasus pengeroyokan terhadap seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) kini memasuki babak baru setelah muncul dugaan bahwa korban, Arnendo, pernah melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah mahasiswi.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Arnendo diduga melakukan tindakan pelecehan terhadap tiga mahasiswi pada waktu dan lokasi yang berbeda. Dugaan tersebut menjadi salah satu latar belakang munculnya konflik yang berujung pengeroyokan.
Salah satu peristiwa yang disebutkan terjadi di toilet kampus. Dalam kejadian itu, korban pelecehan disebut sempat diselamatkan oleh rekannya yang mengetahui situasi tersebut.
BACA JUGA:
- Tragis! Dituding Lecehkan Junior, Mahasiswa Undip Diduga Dikeroyok 30 Rekan Kampus, Diludahi hingga Disundut Rokok
- Fakta Baru Terkuak! Sebelum Gantung Diri, Mahasiswi Unima Dibawa Dosen Pelaku ke Kuburan! Kenapa?
- Ini Isi Surat Terakhir Siswa SD di Ngada Sebelum Bunuh Diri: “Mama, Saya Pergi Dulu”
Sementara dugaan lain disebut berlangsung di sebuah rumah kos. Saat itu beberapa mahasiswa dan mahasiswi diketahui menginap setelah mengikuti kegiatan malam hari.
Dalam situasi tersebut, Arnendo diduga mencoba melakukan pelecehan terhadap salah satu perempuan di ruangan yang berbeda.
Bantah pernah lecehkan mahasiswi
Menanggapi tudingan tersebut, Arnendo melalui kuasa hukumnya membantah telah melakukan pelecehan seksual. Ia mengakui pernah sekali menarik tangan seorang mahasiswi, tetapi menurutnya tindakan tersebut hanya bercanda dan tidak memiliki maksud melecehkan.
Pihak Universitas Diponegoro juga telah memberikan tanggapan terkait dua perkara yang muncul dari kasus ini, yakni dugaan penganiayaan dan dugaan pelecehan seksual.
Direktur Jejaring Media, Komunitas dan Komunikasi Publik Undip, Nurul Hasfi, menyatakan kampus telah menerima laporan mengenai kedua kasus tersebut.
Undip pun berkomitmen untuk menindaklanjuti laporan tersebut secara serius sesuai prosedur yang berlaku, sekaligus memberikan pendampingan dan perlindungan bagi korban pelecehan seksual.
“Saat ini Undip telah membentuk dua tim, yaitu tim etik untuk menginvestigasi kasus penganiayaan dan tim satgas kekerasan seksual untuk menangani kasus pelecehan seksual. Kedua tim sedang bekerja secara terpisah,” jelasnya, Kamis (5/3/2026).
Di sisi lain, kepolisian masih mendalami kasus dugaan pengeroyokan yang kini telah naik ke tahap penyidikan. Namun hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait dugaan pelecehan seksual yang ditujukan kepada Arnendo.
Kuasa hukum para terlapor dalam kasus pengeroyokan, Mirzam Adli, menyatakan bahwa para kliennya awalnya hanya berniat meminta klarifikasi kepada Arnendo terkait dugaan pelecehan tersebut.
“Nah, persoalannya memang betul bahwa Arnendo itu diduga melakukan pelecehan seksual, bukan hanya satu orang, tapi ada tiga orang korbannya,” beber Mirzam.
Menurutnya, sejumlah mahasiswa dari berbagai angkatan kemudian bersolidaritas dengan para korban dugaan pelecehan.
Terlapor akui keroyok korban
Mereka menginterogasi Arnendo, namun situasi tersebut akhirnya berubah menjadi aksi pengeroyokan yang melibatkan lebih dari 20 orang.
Keterangan tersebut sejalan dengan penjelasan Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena. Ia menyebut peristiwa dugaan pengeroyokan terjadi pada 15 November 2025.
Sebelum kejadian, Arnendo disebut dihubungi oleh salah satu rekannya untuk datang ke sebuah rumah kos di kawasan Tembalang, Kota Semarang. Namun setibanya di lokasi, ia justru diinterogasi oleh sejumlah mahasiswa terkait dugaan pelecehan seksual.
“Korban (Arnendo) dituduh melakukan kekerasan seksual terhadap salah satu mahasiswi. Tuduhan tersebut dibantah. Dari situ kemudian diduga menjadi pemicu terjadinya pengeroyokan,” ujar Andika.
Berdasarkan hasil visum, polisi menemukan sejumlah luka lecet dan lebam pada tubuh Arnendo akibat insiden tersebut.
Sementara itu, Arnendo melalui kuasa hukumnya mengklaim mengalami luka yang lebih serius, termasuk patah tulang hidung, gegar otak, serta gangguan saraf pada mata kirinya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply