Viral pelecehan di Stasiun Kebayoran dengan modus intip dari kolong peron. KAI Commuter beri penjelasan soal keamanan.
JAKARTA, KalderaNews.com – Media sosial tengah dihebohkan oleh unggahan seorang penumpang KRL Commuter Line yang membagikan pengalaman mengerikan terkait dugaan pelecehan seksual di Stasiun Kebayoran.
Kejadian yang terjadi pada Sabtu malam, 2 Mei 2026 ini, menjadi viral setelah akun Threads @andinewst mengungkap modus pelaku yang bersembunyi di bawah peron stasiun.
Kronologi Kejadian: Pelaku Bersembunyi di Kolong Peron
Korban bernama Andine menceritakan bahwa peristiwa tersebut bermula saat ia menaiki KRL rute Rangkasbitung menuju Tanah Abang.
BACA JUGA:
- Skandal Pelecehan di Unair, 4 Mahasiswa Disanksi, Tapi Dirahasiakan?
- Geger! Puluhan Siswa SMP di Indramayu Jadi Korban Pelecehan Oknum Guru
- Kasus Pelecehan Dosen UNS Viral Lagi, Korban Tulis Kronologi di Medsos
Meski sudah berada di gerbong khusus wanita dan berdiri di dekat pintu demi keamanan, ia justru mendapati pemandangan yang tidak biasa saat kereta berhenti di Stasiun Kebayoran sekitar pukul 18.58 WIB.
“Tiba-tiba saya melihat kaki bersandal hitam di bawah peron, tepat di sela antara kereta dan peron,” tulis Andine dalam unggahannya yang dikutip pada Minggu (3/5/2026).
Setelah diperhatikan selama beberapa detik, Andine menyadari bahwa ada seorang pria yang sengaja bersembunyi di bawah peron sambil mengarahkan kamera ponsel ke arah bawah roknya. Ia pun langsung berteriak histeris untuk memanggil bantuan penumpang lain di sekitarnya.
Bukti Rekaman Video dan Minimnya Petugas
Meski sempat panik, korban berhasil merekam keberadaan pria tersebut sebagai bukti. Dalam video yang beredar, tampak jelas bagian tangan dan tubuh seseorang yang berada di ruang sempit di bawah ujung peron.
Andine menyayangkan minimnya petugas keamanan yang berjaga di titik rawan tersebut saat kejadian berlangsung. Ia juga tidak bisa langsung turun mengejar pelaku karena pintu kereta sudah tertutup dan perjalanan berlanjut menuju Stasiun Palmerah.
“Saya membagikan cerita ini supaya perempuan lain lebih waspada, terutama saat berdiri di dekat pintu kereta. Jangan pernah ragu untuk teriak dan melapor,” tegasnya dalam imbauan kepada publik.
Tanggapan PT KAI Commuter: Hasil Penelusuran CCTV
Menanggapi laporan yang viral tersebut, Manajer Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dari pengguna KRL di Stasiun Palmerah.
Leza menjelaskan bahwa petugas keamanan langsung melakukan penyisiran di lokasi yang dimaksud, yakni di bawah ujung peron 2 Stasiun Kebayoran. Namun, pada saat pemeriksaan dilakukan, petugas tidak menemukan keberadaan orang yang mencurigakan.
“Petugas juga telah menelusuri kejadian tersebut melalui rekaman CCTV di area stasiun. Namun, dari rekaman yang ada juga tidak terlihat orang yang mencurigakan tersebut,” ujar Leza dalam keterangan resminya, Minggu (3/5/2026).
Pihak KAI Commuter menyampaikan apresiasi atas keberanian korban dalam melaporkan kejadian tersebut. Kejadian ini menjadi pengingat bagi manajemen transportasi umum untuk meningkatkan pengawasan di titik-titik buta (blind spot) seperti area kolong peron.
KAI Commuter juga mengimbau seluruh penumpang untuk selalu waspada dan segera melapor secara langsung kepada petugas di stasiun atau di dalam gerbong jika melihat gerak-gerik mencurigakan demi penanganan awal yang lebih cepat.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply