Perintah Presiden! Sekolah Bakal Dikepung 4 Bahasa Asing, Siapkah?

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara Jakarta. (Foto BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara Jakarta. (Foto BPMI Setpres)
Sharing for Empowerment

Bukan cuma bahasa Inggris! Presiden Prabowo “wajibkan” sekolah kuasai bahasa Mandarin hingga Prancis. Siapkah?

JAKARTA, KalderaNews.com – Presiden RI Prabowo Subianto tampaknya punya cara unik untuk memperkuat posisi Indonesia di mata internasional, yaitu lewat bangku sekolah.

Dalam kunjungan kerjanya ke Paris pada Kamis, 28 Mei 2026, di hadapan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Prabowo blak-blakan mengaku telah menginstruksikan sekolah-sekolah di Indonesia untuk mulai menggenjot pembelajaran bahasa Prancis.

Ini bukan pertama kali, Prabowo menyatakan hal serupa. Prancis bukanlah bahasa asing pertama yang masuk radar sang Presiden.

BACA JUGA:

Dari Portugis, Mandarin, ke Prancis

Jika ditarik garis waktu, arah kurikulum pendidikan kita sedang dirombak besar-besaran secara bertahap:

  1. Pada Oktober 2025, Presiden Prabowo memerintakan sekolah di Indonesia mengajarkan Bahasa Portugis. Ini diinstruksikan pertama kali saat menjamu Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, di Istana Merdeka.
  2. Saat April 2026, usai berkunjung ke SMAN 1 Cilacap, Prabowo mewacanakan agar Bahasa Inggris dan Mandarin diajarkan secara digital sejak tingkat Sekolah Dasar (SD).
  3. Dan pada Mei 2026, lagi-lagi Prabowo perintahkan sekolah mengajarkan Bahasa Prancis, sebagai komitmen memperkuat hubungan masa depan antara Indonesia dan Prancis.

Menurut data global, bahasa Mandarin adalah bahasa dengan penutur asli terbanyak di dunia, sekira 1,1 miliar orang.

Sementara bahasa Prancis adalah satu-satunya bahasa, selain Inggris, yang diajarkan di setiap negara di dunia.

Tapi, gebrakan Presiden Prabowo ini masih perlu disesuaikan dengan evaluasi kurikulum nasional.

Pernyataan ini juga tentu menyisakan pertanyaan besar, apakah infrastruktur sekolah dan guru-guru di daerah sudah siap melahirkan generasi poliglot (menguasai banyak bahasa) di masa depan?

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*