
Praktik culas di uji coba OSN 2026 terbongkar! Bukannya cari jawaban, para peserta nekat lakukan ini di ruang ujian.
JAKARTA, KalderaNews.com – Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Puspresnas Kemendikdasmen) dikejutkan oleh temuan mencengangkan dalam uji coba Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026.
Berbeda dari kasus biasa di mana siswa berbuat culas demi menyontek jawaban, kali ini para peserta justru nekat melanggar aturan demi bisa curi start mempelajari soal.
BACA JUGA:
- Link Download Bank Soal OSN Semua Jenjang, Rahasia Juara Terbongkar!
- Peserta OSN 2026 Tembus 942 Ribu, Naik 17 Persen dari Tahun 2025, Seberapa Ketat Persaingannya?
- Pengawasan OSN 2026 Diperketat, Ini Strategi Baru Puspresnas Cegah Kecurangan
Niat belajar, tapi culas
Kepala Puspresnas Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, membeberkan bahwa sejumlah peserta tertangkap basah mendokumentasikan lembar soal menggunakan kamera ponsel.
“Motivasi mereka sebenarnya untuk belajar. Dari pantauan diskusi di media sosial, terlihat jelas mereka memfoto soal agar bisa diulas kembali,” jelas Irene.
Meskipun didasari niat belajar, tindakan ini mutlak melanggar protokol ketat ujian yang melarang keras membawa ponsel ke dalam ruangan.
Pihak Puspresnas mengaku masih menginvestigasi sejauh mana foto-foto soal tersebut disebarluaskan atau disalahgunakan setelah simulasi berakhir.
Ruang ujian jadi ruang obrolan
Tak hanya perkara jepretan kamera, situasi di ruang uji coba juga dilaporkan cukup semrawut dan kehilangan esensi ketatnya kompetisi nasional.
Kepala Bidang Pengembangan Talenta Puspresnas, Retno Juni Rochmaningsih, menyayangkan rendahnya kedisiplinan para peserta.
Tim pengawas menemukan banyak siswa yang membawa HP dengan bebas, asyik mengobrol, hingga keluyuran dan berpindah tempat duduk mengabaikan nomor meja mereka.
“Uji coba ini harusnya menjadi cerminan kepatuhan pada aturan riil. Kok uji cobanya tidak sesuai? Jadi HP masih kemana-mana, ngobrol, ada juga yang jalan-jalan,” keluh Retno.
Puspresnas halau AI dan kecurangan
Menanggapi celah keamanan ini, terlebih dengan pesatnya ancaman teknologi kecerdasan buatan (AI) yang rawan digunakan untuk manipulasi akademik, Puspresnas langsung merumuskan benteng pertahanan baru.
Strategi pengawasan berlapis disiapkan agar pelaksanaan resmi OSN 2026 tidak kecolongan.
Dua skema pengawasan ketat yang akan segera diterapkan antara lain:
- Metode pengawasan silang akan dilakukan antar kabupaten atau kota. Pemerintah daerah diwajibkan menyetor Surat Keputusan Pengawasan Silang dan pakta integritas resmi paling lambat dua minggu sebelum hari-H pelaksanaan.
- Ruang ujian wajib menyiarkan proses kompetisi secara real-time. Khusus untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang terkendala jaringan internet, panitia lokal wajib merekam penuh jalannya ujian dan mengunggahnya ke Google Drive yang disediakan tim teknis sebagai bukti otentik.
Langkah tegas dan radikal ini diharapkan mampu mengembalikan marwah kompetisi sains paling bergengsi di Indonesia ini ke jalur yang jujur, adil, dan berintegritas tinggi.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply