
PLN ungkap gangguan dua unit pembangkit besar jadi dalih penerapan pemadaman listrik bergilir secara merata di Pulau Jawa.
JAKARTA, KalderaNews.com – Keluhan mengenai pemadaman listrik secara berulang dan berdurasi panjang meluas di berbagai wilayah Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir.
Mulai dari pemukiman warga hingga pusat bisnis dilaporkan mengalami kelumpuhan aktivitas akibat aliran setrum yang terputus tiba-tiba dengan durasi yang tidak menentu.
BACA JUGA:
- Aduh, Mati Listrik! 5 Tip Utama untuk Bertahan Hidup
- Jakarta Mati Lampu Malam Ini, Ternyata Ini Penyebabnya!
- Viral Siswa SD Sukabumi Gagal OSN 2026 Akibat Listrik Padam 4 Jam
Merespons situasi tersebut, PT PLN (Persero) akhirnya buka suara dan membeberkan alasan di balik pemadaman bergilir yang merata ini.
Dua Pembangkit Besar Gangguan, PLN Terapkan Manajemen Beban
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengakui adanya kendala teknis operasional yang terjadi secara bersamaan pada infrastruktur kelistrikan mereka.
PLN mengungkapkan bahwa terdapat gangguan pada dua unit pembangkit besar yang membuat keduanya terpaksa tidak beroperasi untuk sementara waktu.
Kombinasi antara masalah teknis operasional dan lumpuhnya dua pembangkit utama ini berdampak langsung pada penurunan drastis kemampuan pasokan listrik di sistem kelistrikan Pulau Jawa. Sebagai solusinya, PLN terpaksa mengambil langkah darurat berupa pemadaman bergilir.
“Untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah,” ujar Gregorius Adi Trianto dalam keterangan resminya, Jumat (19/6/2026).
Meski kapasitas pasokan merosot, PLN mengklaim bahwa sistem kelistrikan Jawa secara keseluruhan saat ini masih beroperasi dan berada dalam kondisi yang terkendali dengan baik.
Daftar Wilayah di Jawa yang Terdampak Pemadaman
Berdasarkan pantauan lapangan dan catatan data, gelombang pemadaman listrik bergilir ini telah melanda tiga provinsi besar di Pulau Jawa sejak pekan lalu:
- Jawa Tengah: Pemadaman terpantau di Kabupaten Demak, Solo, dan Kota Semarang.
- Jawa Barat: Dampak pemadaman dirasakan oleh masyarakat di Kota Bandung dan Kota Bekasi.
- Jawa Timur: Aliran listrik dilaporkan padam di Surabaya, Pasuruan, Sidoarjo, hingga Gresik.
Pada Jumat (19/6/2026), wilayah Kota Bekasi kembali menjadi salah satu titik terdampak cukup parah. Pemadaman menyasar jalur Penyulang Holy yang meliputi wilayah padat penduduk seperti Perumnas 3, Kampung Rawa Aren, kawasan Mutiara Gading Timur, Graha Harapan, Ciketing Rawamulya, Jalan Raya Narogong, hingga fasilitas publik vital seperti RSUD Bantar Gebang.
Sementara di Kota Semarang, pemadaman secara bergantian terus berulang di berbagai titik pemukiman dan pusat bisnis.
Pusat Bisnis Ritel Ikut Lumpuh
Pemadaman berdurasi berjam-jam ini mulai memukul aktivitas ekonomi lokal. Di wilayah Pleburan, Semarang, sebuah gerai ritel modern atau minimarket dilaporkan mengalami lumpuh total akibat mati listrik.
Kondisi gelap gulita membuat mesin kasir mati, sehingga transaksi digital maupun kartu tidak bisa dilakukan. Konsumen yang tidak membawa uang tunai terpaksa membatalkan belanjaan mereka.
Sementara itu, pembeli yang memiliki uang tunai harus bersusah payah menyalakan senter dari ponsel mereka hanya untuk mencari barang di sela-sela rak toko yang gelap.
Langkah Pemulihan dan Permohonan Maaf PLN
Menanggapi ketidaknyamanan yang meluas, pihak PLN menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan yang terdampak pemadaman bergilir ini.
Gregorius menegaskan bahwa manajemen beban ini dipastikan bersifat sementara. PLN saat ini tengah melakukan langkah-langkah percepatan secara intensif untuk memulihkan sistem pembangkitan:
- Perbaikan Pembangkit: Bekerja sama dengan berbagai pihak eksternal guna mempercepat proses perbaikan pada dua pembangkit besar yang mengalami gangguan.
- Optimasi Operasi: Memaksimalkan pasokan daya cadangan dari pembangkit lain yang sehat serta melakukan rekayasa pengaturan operasi sistem kelistrikan.
- Penghentian Bertahap: PLN berjanji akan menghentikan kebijakan manajemen beban ini secara bertahap seiring dengan masuknya kembali daya dari pembangkit yang sedang diperbaiki ke dalam sistem pasokan.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply