Gunung Anak Krakatau Erupsi Lava Fountain, Viral Dentuman Heboh

Panorama Gunungapi Anak Krakatau yang diambil sebelum aktivitasnya meningkat secara masif di tahun 2018
Panorama Gunungapi Anak Krakatau yang diambil sebelum aktivitasnya meningkat secara masif di tahun 2018 (Kalderanews/Arli Cia)
Sharing for Empowerment

Gunung Anak Krakatau erupsi menerus Lava Fountain pada 4-5 Sept 2026. Simak fakta MAGMA Indonesia & kehebohan dentuman.

LAMPUNG SELATAN, KalderaNews.com – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali meningkat signifikan. Gunung api berketinggian 157 mdpl yang terletak di wilayah Lampung Selatan ini dilaporkan mengalami erupsi berulang sejak Jumat (4/9/2026) hingga Sabtu (5/9/2026) pagi.

BACA JUGA:

Berdasarkan laporan resmi MAGMA Indonesia Kementerian ESDM, letusan menerus (continuous eruption) yang terjadi dikategorikan sebagai fenomena Lava Fountain atau semburan lava air mancur.

Kronologi & Data Teknis Erupsi Anak Krakatau

Rangkaian erupsi sudah terdeteksi sejak Jumat dini hari dan mengalami peningkatan intensitas hingga Sabtu pagi.

Waktu KejadianParameter Seismik / VisualKeterangan Tambahan
Jumat, 04:11 – 04:28 WIBAmplitudo 33–70 mm, Durasi 14–31 detikTerjadi 3 kali letusan beruntun
Jumat, 05:46 WIBKolom abu ±300 m dari puncak (457 mdpl)Abu tebal berwarna hitam mengarah ke barat daya/barat laut
Jumat, 22:03 – 22:53 WIBTerekam 4 kali erupsi susulanIntensitas meningkat signifikan
Jumat 23:07 – Sabtu 06:00 WIBAmplitudo 70 mm, Durasi gempa 21.600 detik (6 jam)Fenomena Lava Fountain menerus, terdengar suara dentuman dari Pos Pasauran

Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau (GAK) Pasauran mengonfirmasi bahwa selama periode erupsi menerus tersebut, suara dentuman keras dan gemuruh berulang kali terdengar di sekitar area pos pemantauan.

Sorotan Media Sosial & Spekulasi Suara Dentuman

Peningkatan aktivitas vulkanik ini langsung memicu perdebatan hangat di media sosial (X/Twitter dan Instagram). Sejumlah akun seperti @volcaholic1 dan @lampunggehh membagikan rekaman pancaran lava pijar serta estimasi abu vulkanik bertekanan tinggi.

Bersamaan dengan itu, warganet dari berbagai wilayah Jawa Barat hingga Banten melaporkan mendengar suara dentuman misterius:

  • @asep_bhtr: “Subhanallah, semalem denger tipis2 suara dentuman + agak geter jadi ternyata sumbernya dari anak Krakatau? Serem banget nyampe Majalengka…”
  • @martiniepie: “Ak juga ga denger apa2 deh sya😭 tapi diduga suara dentuman anak krakatau??? Kok bisa sampe bdg ya😭”

Klarifikasi Keraguan Netizen

Di sisi lain, warga yang tinggal lebih dekat dengan lokasi Selat Sunda justru mengaku tidak mendengar suara apa pun, sehingga keterkaitan dentuman jarak jauh masih dinilai spekulatif.

@IrasuuNat28: “Katanya anak Krakatau, tapi gw di Cilegon (dan semalem begadang sampe jam 2), nggak denger ada dentuman/getaran sama sekali jir.”

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari Badan Geologi maupun BMKG yang mengaitkan secara langsung suara dentuman di wilayah Bandung/Majalengka dengan erupsi Gunung Anak Krakatau. Penyebaran suara dentuman sangat dipengaruhi oleh kondisi atmosfer, arah angin, dan lapisan inversi suhu.

Rekomendasi Resmi & Zona Bahaya (Radius 3 KM)

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta seluruh pihak untuk mematuhi panduan keselamatan dan tidak terpancing isu hoax di media sosial.

  1. Radius Steril 3 KM: Masyarakat, wisatawan, pendaki, dan nelayan dilarang keras mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
  2. Pantau Kanal Resmi: Hindari membagikan klaim tanpa sumber terverifikasi. Informasi terkini dapat diakses langsung melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau akun resmi Badan Geologi ESDM.
  3. Kewaspadaan Abu Vulkanik: Warga di wilayah terdampak sebaran abu diimbau menyiapkan masker guna mengantisipasi gangguan pernapasan (ISPA).

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


31 views