Sinabung Kembali Erupsi, Secara Umum Inilah Penyebab Gunung Meletus

erupsi gunung, gunung meletus, lempeng tektonik
Ilustrasi: Awan panas pada gunung meletus. (Kalderanews/Ist)

JAKARTA, KalderaNews.com – Gunung Sinabung kembali erupsi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan erupsi Sinabung terjadi pada pukul 15.19 WIB, Rabu ini (07/05). Sebelum kali ini, beberapa kali telah dicatat Sinabung mengalami erupsi. Gunung meletus seperti Sinabung ini, merupakan peristiwa alam yang kerap terjadi di Indonesia yang harus diperhatikan oleh masyarakat umum.

Erupsi Gunung Sinabung kali ini terjadi sengan semburan abu vulkanis sejauh 3000 meter dari puncak yang berada di ketinggian 2.460 meter dari permukaan laut ini. Pantauan PVMBG menyebutkan bahwa abu terpantau setinggi 2.800 meter dengan warna kelabu yang beintnsitas tebal dibawa angina condong ke arah timur laut dan timur.

Rekaman alat PVMBG menyebutkan erupsi terjadi dengan amplitude 110 mm dengan durasi 5 menit 58 detik. Hal ini membuat Sinabung berada dalam status siaga tiga. Secara umum berikut ini adalah penyebab gunung meletus di Indonesia.

BACA JUGA:

Secara umum penyebab gunung meletus terjadi karena adanya endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas bertekanan tinggi. Secara lebih detail faktor penyebab gunung meletus antara lain berikut ini.

Peningkatan kegempaan vulkanik

Gempa vulkanik merupakan penyebab utama yang sering membuat erupsi gunung terjadi, gempa vulkanik merupakan gempa bumi yang muncul akibat adanya aktivitas vulkanisme atau kegunungapian. Gempa vulkanik terjadi karena aktivitas magma di dalam gunung berapi. Peningkatan peristiwa ala mini, bila terjadi berulang-ulang dapat menyebabkan gunung meletus.

Pergerakan tektonik lapisan bumi

Faktor penyebab gunung meletus kedua adalah pergerakan tektonik yang terjadi pada struktur lapisan bumi di bawah gunung, misalnya gerakan lempeng yang dapat menyebabkan meningkatnya tekanan pada dapur magma dan kemudian membuat magma tersebut terdorong ke atas hingga berada tepat di bawah kawah.

Pergerakan tektonik ini menyebabkan suhu kawah meningkat secara signifikan. Naiknya suhu ini disebabkan karena naiknya magma hingga menuju tepat di bawah kawah. Peningkatan suhu di bawah tanah ini membuat air tanah sekitar kawah menjadi kering dan hewan-hewan yang berada di gunung akan panik dan membuat mereka turun gunung untuk menyelamatkan diri.

Deformasi badan gunung

Deformasi badan gunung merupakan peningkatan gelombang magnet dan listrik sehingga menyebabkan struktur lapisan batuan gunung yang dapat mempengaruhi bagian dalam seperti dapur magma menjadi tersumbat akibat deformasi batuan penyusun gunung.

Deformasi badan gunung dapat diketahui dengan analisis geometrik yang dilakukan menggunakan data hasil pengamatan yang terdiri dari pergeseran dan regangan.

Lempeng bumi yang saling berdesakan

Lempeng bumi yang saling berdesakan dan saling menghimpit satu dengan lainnya dapat membuat letusan gunung berapi. Hal ini dapat menyebabkan tekanan yang besar dan dorongan ke permukaan bumi sehingga menimbulkan berbagai gejala tektonik lainnya. Selain menyebabkan gempa vulkanik, kejadian ini dapat meningkatkan aktivitas geologi dari gunung berapi.

Lempeng merupakan salah satu bagian dari kerak bumi yang akan terus bergerak setiap saat. Wilayah pegunungan atau gunung merupakan zona di mana kedua atau lebih lempeng tersebut saling bertemu dan desakan yang diakibatkan pertemuan itu menjadi penyebab dalam perubahan struktur dalam gunung berapi.

Tekanan yang sangat tinggi

Tekanan yang sangat tinggi menyebabkan dorongan cairan magma untuk bergerak e katas dan masuk ke saluran kawah dan keluar.

Bila dalam perjalanan magma menyusuri saluran kawah tersebut mengalami sumbatan, maka dapat menimbulkan ledakan yang besar yakni gunung meletus. Makin besar tekanan dan volume magmanya, maka makin kuat ledakan yang dapat terjadi. Dampak yang dihasilkan pun juga makin besa dan berbahaya untuk masyarakat sekitar.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan share pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*