
Dua perempuan mengungkap dugaan pelecehan oleh oknum pendeta HKBP di Threads. Salah satunya mengaku dimanipulasi.
MEDAN, KalderaNews.com – Dugaan kekerasan seksual yang melibatkan seorang oknum pendeta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) menjadi sorotan setelah sejumlah perempuan menyampaikan pengakuan melalui media sosial Threads.
Selain korban berinisial SP yang mengunggah utas pada Jumat (16/10/2026), perempuan lain berinisial PDVS (27) sebelumnya juga mengungkap pengalaman serupa pada Juli 2026.
Dalam pengakuannya, kedua perempuan tersebut menceritakan dugaan manipulasi yang dilakukan oleh pria berinisial STS. Salah satu korban juga mengaku pernah mendapat ancaman bunuh diri ketika berusaha mengakhiri hubungan dengan yang bersangkutan.
Empat bulan sebelum pengakuan SP menjadi perhatian publik, PDVS telah lebih dahulu menceritakan pengalamannya melalui akun Threads pada 13 Juli 2026.
BACA JUGA:
- Dosen UIN Bandung Dilaporkan atas Dugaan Pelecehan dan Penjualan E-book
- Geger! Belasan Laporan Pelecehan Seksual Menguncang Kampus Unpas Bandung
- Viral Dugaan Pelecehan Maba Unair, Pelaku Ancam Korban Tak Bisa Isi KRS
Korban Mengaku Diancam Bunuh Diri saat Hendak Mengakhiri Hubungan
PDVS mengaku pertama kali mengenal STS melalui aplikasi kencan Bumble. Menurut pengakuannya, pria tersebut kerap menyebut dirinya sebagai pendeta dan lulusan S2 dari Amerika Serikat.
PDVS mengatakan dirinya baru mengetahui informasi negatif mengenai STS setelah foto mereka saat menonton film dan makan ramen diunggah ke media sosial.
Unggahan tersebut kemudian membuatnya menerima banyak pesan dari orang-orang yang mengingatkannya tentang pria itu.
“Gara-gara foto itu, DM gue jebol. Banyak yang ngingetin kalau track record-nya hancur. Jauh dari kata pendeta! Dia chain smoker, doyan alkohol, upload foto ngacungin jari tengah, mulutnya kotor, dan attitude-nya ala “Texas” (kasar/beringasan),” tulis PDVS.
PDVS mengaku memutuskan untuk mengakhiri hubungan setelah mengetahui informasi tersebut. Namun, menurut ceritanya, STS justru mengancam akan bunuh diri dan meneror orang-orang yang berusaha membantunya.
“Kenapa gue berani speak up? Karena kelakuannya udah psycho abis. Pas gue mau lepas dari dia, dia guilt-tripping pake ancaman bundir (bunuh diri) dan neror nge-print foto orang-orang yang mau nolongin gue. Sakit,” tulis korban.
Dalam video yang diunggah PDVS, STS terlihat merekam wajah korban sambil mengucapkan ancaman bunuh diri dan menyalahkan korban atas ancaman tersebut.
“Coba dilihat teman-teman ya, kalau sampai hari ini dan ke depannya lu nggak nemuin gue, yang pertama bakal gue bilang adalah hari ini gue bakal bunuh diri dan ini nih orangnya nih yang bikin semua ini kejadian. Gue mati gara-gara ini orang,” kata STS dalam video tersebut.
Korban Lain Mengaku Mengalami Kekerasan Seksual
Sementara itu, SP mengungkap dugaan kekerasan seksual dan manipulasi yang dialaminya melalui utas di akun Threads pada Jumat (16/10/2026).
Dalam unggahan tersebut, SP menyebut STS merupakan seorang pendeta berusia 33 tahun yang bekerja di KNLWF Indonesia. Ia menyatakan utas tersebut dibuat sebagai bentuk dokumentasi terbuka dan meminta masyarakat ikut memantau penanganan kasusnya.
“Nama gue Ses**** Par****, dan gue adalah salah satu korban pelecehan dan manipulasi kekerasan seksual dari seorang oknum Pendeta HKBP yang bekerja di KNLWF Indonesia. Utas ini bakal gue jadikan bukti terbuka. Gue minta tolong netizen ikut pantau dan seriusin kasus ini sampai tuntas!” tulis korban.
SP mengaku peristiwa bermula pada Juni 2025 ketika STS memintanya mengirim obat ke sebuah hotel di Jalan Gatot Subroto. Ia mengatakan sempat menolak karena baru pertama kali bertemu dan belum mengenal pria tersebut dengan baik.
Namun, menurut pengakuannya, STS diduga menggunakan statusnya sebagai pendeta untuk membuat korban menuruti permintaannya.
SP juga mengungkap dugaan pelecehan seksual saat keduanya menonton film di bioskop. Ia mengaku dipeluk dan dicium tanpa persetujuannya.
“Dia ngajak gue nonton bioskop, terus tiba-tiba nyosor meluk/nyium mulut gue gitu aja tanpa persetujuan. Sumpah, trik manipulative-nya udah basi banget tapi tetep bikin syok berat! Waktu itu gue langsung gemetaran parah,” cerita SP.
Korban Mengaku Difitnah kepada Keluarga
SP juga mengungkap bahwa STS diduga menghubungi keluarganya di Tandun, Riau, dan menyampaikan tuduhan bahwa dirinya telah melakukan hubungan seksual di luar pernikahan. Menurut SP, tuduhan tersebut membuatnya terpukul, terlebih karena disampaikan kepada orang tuanya.
“Dia fitnah dan ngomong ke Mama kalau gue udah berhubungan seks di luar nikah dan sebut gue “nggak suci lagi”. Orang tua gue cuma masyarakat kampung biasa, kami keluarga miskin yang nggak paham taktik manipulasi kejam kayak gini. Hati gue hancur banget,” tandasnya.
Pengakuan SP kemudian ramai dibagikan dan mendapat beragam tanggapan dari pengguna Threads. Meski kedua perempuan telah menyampaikan pengakuan melalui media sosial, dugaan yang mereka ungkapkan tetap perlu ditindaklanjuti dan diverifikasi oleh pihak berwenang. Belum ada keterangan mengenai hasil pemeriksaan resmi atas tuduhan tersebut.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply