JAKARTA, KalderaNews.com – Sebuah insiden penyiraman cairan diduga air keras yang dilakukan oleh tiga pelajar terhadap pelajar lain menjadi viral di media sosial.
Kejadian tersebut berlangsung di Jalan Cempaka Raya, kawasan Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, pada Jumat lalu.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, terlihat tiga pelajar mengenakan seragam sekolah berboncengan menggunakan sepeda motor.
BACA JUGA:
- Naas! Mahasiswi di Yogyakarta Disiram Air Keras di Malam Natal, Eksekutor Penyiraman Dijanjikan Rp7 Juta oleh Pelaku
- Viral di Sosmed! Siswa Tega Bakar Motor Kepala Sekolah karena Tidak Terima Dapat Surat Pemanggilan Orang Tua
- Miris! Siswi MI di Banyuwangi Jadi Korban Pembunuhan, Sekolah Diliburkan Sehari untuk Berkabung
Mereka sempat berhenti di tepi jalan sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Saat berpapasan dengan sekelompok pelajar lain yang juga berboncengan dari arah berlawanan, ketiganya terlihat mendekati kendaraan korban. Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan dari botol kemasan ke arah lawan.
Cairan tersebut mengenai pelajar yang datang dari arah berlawanan. Setelah melakukan aksinya, ketiga pelajar yang diduga sebagai pelaku langsung melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian.
Motif Masih Didalami oleh Polres Metro
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra membenarkan adanya peristiwa penyiraman tersebut. Ia menjelaskan bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB pada Jumat (6/2).
“Intinya bertiga orang ini bonceng motor, terus kemudian berpapasan sama tiga orang lain, remaja juga. Terus disiram,” kata Roby.
Meski demikian, Roby menyebut pihak kepolisian masih belum memastikan jenis cairan yang digunakan oleh para pelaku.
Ia menambahkan bahwa orang tua salah satu korban telah melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak berwajib.
“Diduga air keras. Kalau air kerasnya model apa, kita belum cek lab. Nanti sih kita bisa ngomong kalau (sudah ada) hasil dari lab. Karena laporannya sendiri itu kan oleh orang tuanya,” ucapnya.
Hingga kini, identitas korban maupun pelaku belum diungkap ke publik. Namun Roby memastikan bahwa baik korban maupun pelaku sama-sama berstatus pelajar, meski berasal dari sekolah yang berbeda.
“Iya (pelaku dan korban sesama pelajar), beda sekolah,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply