Ternyata, Begini Dampak UU Cipta Kerja, Status Kontrak Kerja Bisa Seumur Hidup

Ilustrasi: Kalangan pekerja menolak UU Cipta Kerja. (KalderaNews.com/Ist.)
Ilustrasi: Kalangan pekerja menolak UU Cipta Kerja. (KalderaNews.com/Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja telah disahkan menjadi UU. Pemerintah bersama DPR sepakat RUU tersebut menjadi UU.

Sejumlah organisasi pekerja menolak pemberlakukan UU Cipta Kerja. Bahkan mereka akan melakukan mogok kerja secara nasional.

Dari sejak awal, pembahasan RUU Cipta Kerja telah menuai polemik di masyarakat, terkait klaster ketenagakerjaan. Salah satu yang juga menjadi polemik adalah kontrak kerja yang dapat diberlakukan seumur hidup.

BACA JUGA:

Salah satu alasan munculnya RUU ini adalah agar investor bisa masuk dan tidak terganggu dengan status buruh. Jadi, buatlah itu pasal tersebut, bahwa tidak ada lagi masa berlakunya kontrak. Itulah yang ditentang kalangan pekerja, karena pekerja tak memiliki jaminan ketika kehilangan pekerjaan.

RUU ini memang memiliki sisi positif dan negatif. Positifnya bagi perusahaan, bisa mendapatkan investor serta dapat memperkerjakan tenaga asing dengan lebih mudah. Sementara sisi negatifnya ditanggung para pekerja, karena tidak lagi memiliki jaminan jika kehilangan pekerjaan.

Selain itu, ada sejumlah hal yang memberatkan untuk pekerja dalam RUU ini, yakni aturan terkait perjanjian kerja untuk waktu tertentu (PWKT), upah minimum, proses dan kompensasi PHK, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) diserahkan ketentuan detailnya ke Peraturan Pemerintah (PP), bukan UU.

Gelombang penolakan terhadap pengesahan RUU ini terus bergulir. Di media sosial Twitter, muncul tagar #BatalkanOmnibusLaw, #OmnibusLawRugikanRakyat, #TolakOmnibusLaw, #TolakUUCiptaKerja yang menjadi trending topik.

Sejumlah serikat pekerja juga telah merencanakan aksi mogok kerja nasional sebagai bentuk penolakan terhadap pengesahan RUU Cipta Kerja pada 6-8 Oktober 2020.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*