Gegara Virus Corona, FSGI: Sediakan Masker di Sekolah, Siswa Sakit Jangan Masuk Dulu

Ilustrasi: Siswa memakai masker. (Ist.)
Ilustrasi: Siswa memakai masker. (Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Para guru yang terhimpun dalam Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta agar pemerintah segera menyediakan atau mendistribusikan masker ke sekolah-sekolah. Hal ini menyusul adanya kasus positif virus corona di Tanah Air, seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo kemarin siang. Permintaan masker ini cukup beralasan, lantaran harga masker kini melambung tinggi di pasaran, dan stoknya pun cenderung langka di beberapa daerah.

BACA JUGA:

“Selain masker, pemerintah diharapkan menyediakan antiseptik pembersih tangan untuk sekolah-sekolah agar sekolah tetap menjaga pola hidup bersih dan terhindar dari penyebaran virus melalui tangan,” kata Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Satriwan Salim.

Selain itu, FSGI juga menyarankan agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Pemerintah Daerah membuat surat edaran bagi sekolah dan guru terkait pencegahan penyebaran virus corona. Surat edaran tersebut diharapkan bisa menjadi rujukan sekolah-sekolah untuk melakukan tindakan dan langkah lebih lanjut untuk disampaikan ke siswa serta orang tua.

FSGI juga meminta agar siswa yang batuk, flu, dan demam, sebaiknya belajar di rumah dulu sampai sehat kembali. Siswa tersebut disarankan tidak memaksakan diri ke sekolah demi kesehatan para siswa yang lain. Pihak sekolah juga mesti menerapkan pola hidup sehat, rajin mencuci tangan, meminimalisasi sentuhan tangan, membiasakan membuang sampah pada tempatnya, dan aktivitas kesehatan lainnya.

Seperti dinyatakan oleh pemerintah bahwa dua orang yang terpapar virus corona tinggal di kawasan Depok, Jawa Barat. Dalam keterangan kepada awak media massa kemarin, Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad menyebut ada kemungkinan pihaknya akan meliburkan sekolah-sekolah dan kantor-kantor pemerintahan di wilayah Depok.

Tapi saat ini, Pemkot Depok sedang berupaya melakukan pemeriksaan menyeluruh di wilayah tempat tinggal warga yang positif Corona ini. “Jika ada gejala atau hasil inspeksi dan termasuk pendalaman RS, rumah (korban) akan didatangi. Kalau segitu besar (ancamannya), kita akan seriuskan. Kita minta pelaku pendidikan, anak sekolah diliburkan,” kata Idris di Balai Kota Depok.

Meski demikian, Idris meminta agar seluruh warga Depok tidak panik. Sebab, kata dia, virus corona tak menyerang orang yang menjaga kesehatan dan kebersihan. “Intinya, masyarakat jangan panik. Lakukan tindakan antisipasi. Tidur cukup, makan yang sehat. Ini tindakan antisipasinya,” kata dia. (yp)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*