Ingin Disukai Dosen? Jangan Lakukan 10 Hal Ini

Tunjukkan sikap antusias saat dosen mengajar (Ist)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.comGaes, kamu yang baru lulus SMA mungkin sudah tak sabar ingin segera menikmati bagaimana rasanya sebagai mahasiswa. Belajar dari para profesor yang jenius dan mengeksplorasi mata kuliah yang kamu mimpikan sejak lama.

Keinginan semacam itu tentu sangat baik. Dan agar kamu lebih siap, dengarlah nasihat Lisa Wade, seorang Visiting Scholar di Tulane University, AS dan mulai tahun depan akan resmi menjadi Associate Professor di universitas tersebut.

BACA JUGA:

Penyandang gelar PhD di bidang Sosiologi dari University of Wisconsin-Madison tersebut menulis 10 hal yang seharusnya jangan kamu lakukan bila kamu tidak ingin membuat masalah dengan dosen. Lisa Wade juga memberi saran sebaiknya apa yang kamu lakukan untuk menyenangkan sang dosen.

1.Jangan berkorespondensi secara tidak profesional.

Sedekat apa pun dengan dosen, ia bukan teman sepantaran kamu. Berkorespondensi dengan para dosen dengan cara dan dalam suasana profesional adalah pilihan paling tepat. Pakailah bahasa yang sopan. Selalu perlakukan dia sebagai seorang dosen.

2. Hindari mencari-cari alasan pembenar atas ketidakhadiran kamu kuliah.

Bila kamu tak hadir di perkuliahan dan merasa ketinggalan pelajaran karena itu, jangan datang kepada dosen untuk memberi pembenaran atas ketidakhadiran kamu. Carilah cara lain untuk mengejar ketertinggalanmu.

Misalnya, dengan meminjam catatan teman kuliah dan mempelajarinya. Atau pada hari kerja, singgahlah ke ruang dosen dan tanyakan apa yang kamu tidak mengerti dari kuliah yang dia berikan.

3. Jangan mengemas barang-barang kamu saat kuliah belum berakhir.

Lisa Wade (Ist)

Memang mahasiswa selalu hafal kapan kira-kira dosen akan mengakhiri kuliahnya. Selalu ada ciri atau kebiasaan dosen yang sudah dengan baik dikenali oleh mahasiswanya.

Namun, jangan sekali-kali membenahi dan mengemas buku-bukumu karena kamu tahu kuliah akan berakhir. Itu akan melukai perasaan dosen, seakan-akan kamu sudah tidak menginginkan kehadirannya. Tunggulah 10 detik sampai kuliah benar-benar dinyatakan selesai.

4. Jangan bertanya tentang buku apa yang harus kamu baca dan tugas mana yang harus kamu kerjakan sebelum kamu memeriksa silabus yang telah disusun dosen.

Memang sangat mudah untuk mengirim email atau pesan kepada dosen untuk menanyakan hal itu. Tetapi seharusnya hal itu sudah bisa kamu ketahui informasinya di silabus. Ketika dosen menyusun silabus, ia menghabiskan banyak waktu untuk menyiapkannya untuk para mahasiswanya. Ingat, dosen memiliki banyak sekali mahasiswa yang harus dia layani. Jangan repotkan lagi dia dengan hal-hal yang semestinya dapat kamu cari tahu sendiri.

5. Jangan marah jika kamu menerima umpan balik kritis.

Jika seorang dosen membuat catatan dengan tinta merah dalam lembar tugas yang kamu kerjakan, jangan tersinggung. Itu pertanda bahwa mereka peduli. Memberi umpan balik negatif adalah kerja keras, jadi tinta merah berarti bahwa dosen menaruh minat padamu dan masa depanmu.

Para dosen juga sadar bahwa catatan mereka akan membuat marah sebagian mahasiswanya. Namun, para dosen akan tetap melakukan hal yang sama karena mereka cukup peduli denganmu untuk mencoba membantu kamu menjadi pemikir dan penulis yang lebih kuat. Banyak catatan dengan tinta merah justru mungkin merupakan pertanda bahwa dosen berpikir kamu memiliki banyak potensi.

6. Jangan protes soal nilai ujian.

Bila nilai ujian sudah keluar, terimalah. Jangan berusaha meminta dosen mengubahnya demi alasan apa pun. Belajarlah lebih baik. Luangkan energi untuk belajar lebih keras pada ujian berikutnya, tunjukkan gagasan kamu pada profesor pada jam kerja, banyak membaca, dan beranikan sesering mungkin mengangkat tangan dan bertanya di dalam kelas.

7. Jangan anggap dosen tidak tahu.

Jika dosen sudah membuat panduan tertentu, ikutilah. Misalnya, soal ukuran kertas paper yang digunakan, jenis huruf dan ukurannya. Jika kamu berpikir dosen tidak tahu ketika kamu memasukkan paper menyimpang dari ketentuan yang dia buat, kamu salah. Bertahun-tahun dosen membaca paper demi paper, dan dia tahu hal-hal tricky yang dilakukan mahasiswanya.

8. Pakailah pikiran dan karya orisinil kamu.

Ketika menulis paper, hindari untuk memakai kalimat atau kata-kata klise. Usahakan kemukakan gagasan aslimu. Jangan membuang waktu dosen untuk hal-hal yang tidak penting.

9. Jangan salah menggambarkan fakta sebagai opini dan opini sebagai fakta.

Ini penting. Bedakan apa yang merupakan fakta dan apa yang merupakan pendapat kamu sendiri. Kamu harus mengetahui perbedaannya.

10. Jangan terlihat suntuk.

Para dosen adalah orang-orang yang memandang penting pendidikan. Bertahun-tahun mereka kuliah dan mengajar di kampus. Perlihatkanlah bahwa kamu juga menghargai pendidikan dengan bersikap antusias. Jangan tunjukkkan wajah suntuk atau bosan terhadap cara dia mengajar, meskipun mungkin kenyataanya demikian.

Nah, gaes, semoga info ini membantu. (Sumber: thesocietypages.org)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


2,044 views