21 Februari, Hari Peduli Sampah Nasional, Ciptakan Sampah Jadi Berkah

Ilustrasi: Hari Peduli Sampah Nasional 2021, 21 Februari. (KalderaNews.com/Ist.)
Ilustrasi: Hari Peduli Sampah Nasional 2021, 21 Februari. (KalderaNews.com/Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021 pada 21 Februari 2021, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengajak masyarakat mengelola sampah menjadi bernilai ekonomis. Hal ini untuk mengurangi sampah di Indonesia.

“HPSN 2021 harus menjadi babak baru pengelolaan sampah di Indonesia, dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi Indonesia,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya.

BACA JUGA:

Dalam Surat Edaran tentang HPSN 2021, Menteri Siti Nurbaya mengajak mengembangkan industri pengelolaan sampah, seperti industri pengumpulan dan pengangkutan sampah, industri alat dan mesin pengolah sampah, industri daur ulang, industri komposting dan biogas, serta industri sampah menjadi energi alternatif.

Pengembangan industri ini, selain membuat sampah berkurang juga menggerakkan roda ekonomi berbahan baku sampah.

Peringatan HPSN 2021 fokus pada tiga tujuan. Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, focus pertama memperkuat komitmen dan peran aktif pemerintah daerah dalam melaksanakan pengelolaan sampah dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi.

Kedua, memperkuat partisipasi publik dalam upaya menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi melalui gerakan memilah sampah. Dan ketiga, memperkuat komitmen dan peran aktif produsen dan pelaku usaha lainnya dalam implementasi bisnis hijau (green business) dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi.

Peringatan HPSN 2021 mengambil tema “Sampah Bahan Baku Ekonomi di Masa Pandemi”. Melalui kegiatan Bulan Peduli Sampah Nasional selama Februari dilakukan beragam kegiatan peduli sampah.

Sejarah HPSN

Tanggal 21 Februari 2006 menjadi Hari Peduli Sampah Nasional yang pertama kalinya diperingati. Tanggal ini dipilih atas desakan dari sejumlah pihak untuk mengenang peristiwa longsor di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005.

Tragedi longsornya gunungan sampah di TPA tersebut menjadi bukti dan pengingat bahwa sampah dapat menjadi mesin pembunuh yang bisa merenggut nyawa lebih dari 100 jiwa.

Peristiwa tragis yang terjadi 21 Februari 2005 itu terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan ledakan gas metana pada tumpukan sampah. Sekira 157 jiwa melayang. Tak hanya itu, dua kampung, Cilimus dan Pojok, hilang dari peta karena tergulung longsoran sampah.

HPSN mengingat masyarakat agar ikut serta dalam mengelola sampah. Sampah bisa menjadi “mesin pembunuh”, tapi sampah juga bisa menjadi berkah yang bernilai ekonomis.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*