Syahdan, Nilai Matematika 36 di Tengah Pembelajaran Jarak Jauh




Nilai 36

Oleh: Faldi Burga *

LABUAN, KalderaNews.com – Masih tentang pelajaran jarak jauh (PJJ). Tak ada pilihan lain, selain harus tetap di rumah selama pandemi. Belajar tentang arti menjaga kesehatan, di tengah ketidakpastian kapan semuanya harus berjalan normal. Ataukah memang normal baru akan terus berjalan tanpa harus kembali seperti sebelumnya. Aku hanya bisa menggantungkan pertanyaan ini dalam setiap bisikan doaku pada sang Penyelenggara. Dan berharap agar Ia memberikan yang terbaik bagi kehidupan ini.

Angin malam sangat dingin menembus pori-pori kulit, yang aku lawan dengan secangkir kopi hangat tanpa gula, karena bagi aku kopi akan tetap manis jika dipadukan dengan realita yang sesuai dengan yang diharapkan. Buku catatan harian dan sebuah pulpen terletak persis di depanku. Ingin aku meraihnya untuk menulis realita yang terus berganti dari waktu ke waktu, yang tersirat banyak makna tentang arti kehidupan.

Trengg… notifikasi dari handphone ku memecah keheningan yang aku ciptakan untuk menghasilkan refleksi yang dalam tentang kegiatan harian yang tampaknya biasa-biasa saja, namun akan menjadi luar biasa apabila direfleksikan. Tanganku yang semula ingin meraih pulpen harus berbelok untuk meraih handphone. Bukan pesan dari doi atau dari dia yang kutunggu waktunya untuk berkencan yang masuk memecah keheningan malam ini. Ada pesan email dari guru Matematika yang kebetulan 2 hari lalu mengadakan penilaian harian.

BACA JUGA:

Sudah kuduga kalau yang masuk itu hasil ulangan harian Matematika. Aku bukan seorang yang pandai bermain angka atau hitung-hitungan. Aku hanya seorang anak petani yang berusaha untuk memperhitungkan setiap efek dari keputusan. Kubuka handphone, lalu kulihat nilai ulanganku. Ada yang hadir, namun tidak kuharapkan. Bagaikan menelan pil pahit, aku terpukau melihat nilaiku itu. Hening kembali tercipta. Tentu aku tidak bangga, tetapi tidak juga mengeluh lantaran mendapatkan nilai yang minim. Ada semacam kekuatan di balik angka 3 dan 6 yang tertulis di layar ponselku.

Kekuatan untuk melihat ke dalam, melihat apa yang telah aku lakukan. Merenung dan meresapi setiap rutinitas, yang berjalan seperti, formalitas biasa tanpa diisi dengan kegiatan yang dapat mengasah asa. Aku terlena. Hari-hari kujalani tanpa mengisinya dengan hal yang berguna.

Bisakah aku menjadi yang berguna kelak sementara waktu kulalui begitu saja. Bahkan bunyi jarum jam di kamarku yang terus menjadi saksi bisu dan instrumen merdu tak kuhiraukan. Aku terlalu asik dengan duniaku. Menyesal bukan lah pilihan yang tepat untuk menghadapi realita karena tidak ada penyesalan yang mampu membalikkan jarum jam yang telah berputar. Saatnya aku harus berkomitmen untuk terus tekun dan tentunya konsiten dengan apa yang menjadi komitmen. Waktuku masih banyak, namun tidak untuk ditunda melainkan untuk memulai.

Faldi Burga
Faldi Burga (KalderaNews/Dok. Pribadi)

Aku harus kuat. Aku harus semangat. Cukup nilaiku saja yang tak diharapkan. Aku harus tetap menjadi harapan banyak orang untuk sukses, setidaknya bagi kedua orangtuaku yang selalu membisikkan namaku dalam setiap lantunan doa mereka pada sang pemilik waktu.

Kini aku sampai pada titik dimana aku sadar bahwa 36 bukan lagi nilai buruk bagiku, sebagaimana yang dipandang oleh kebanyakan orang. Kini 36 menjadi sebuah semangat bagiku untuk terus berjuang sampai ujung.

Bahwa tak selamanya apa yang dianggap buruk oleh kebanyakan orang benar-benar buruk, tetapi bisa saja itu menjadi sebuah moment untuk bangkit berjuang. Bagaikan minum kobok khas Manggarai Flores biar sedikit tapi membakar semangat, demikian juga nilai yang kudapat hari ini yang senantiasa menjadi semangatku untuk terus berjuang. Bahwa Pil pahit itu harus diminum, niscaya aku akan sembuh. Sembuh dari ketertinggalan. Karena tidak ada kata terlambat bagi orang yang memulai mengubah pola lama.

* Penulis adalah siswa kelas XI SMAK Seminari St Yohanes Paulus II Labuan.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*