
Penampilan grup drumband dalam Gebyar Muharram di MTs NU Mranggen menuai kritik. Pihak sekolah memohon maaf ke publik.
DEMAK, KalderaNews.com– Penyelenggaraan Gebyar Muharram ke-16 yang berlangsung di kompleks MTs-MA NU Mranggen, Demak, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik setelah video penampilan salah satu grup drumband beredar luas di media sosial.
Video tersebut memicu kritik dari sejumlah masyarakat karena menampilkan anggota drumband perempuan dengan busana yang dinilai kurang sesuai dengan nuansa peringatan Tahun Baru Islam serta lingkungan sekolah berbasis pendidikan Islam.
Menanggapi polemik yang muncul, pihak MTs-MA NU Mranggen menyampaikan permohonan maaf dan mengakui peristiwa tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang.
BACA JUGA:
- Viral Video Drumband dengan Goyangan Erotis di Acara Perpisahan Madrasah, Warganet: Tidak Pantas!
- Geger! Momen Perpisahan SMA Mirip dengan Suasana Hiburan Malam
- Viral di Medsos, Dana BOS Rp165 Juta Raib Saat Kepsek SD di Indramayu Perbaiki Mobil
Kepala sekolah buka suara
Kepala MTs NU Mranggen, Muhamad Abdul Kodir, menjelaskan bahwa acara yang digelar pada 16 Juni 2026 itu merupakan agenda tahunan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
“Acara tersebut tidak hanya menampilkan parade drumband, tetapi juga diisi berbagai kegiatan keagamaan dan penghargaan bagi siswa berprestasi,” ujar Abdul Kodir.
Menurutnya, penampilan yang menjadi perbincangan berasal dari grup drumband umum yang diundang untuk memeriahkan kegiatan tersebut dan bukan dari kalangan siswa sekolah.
”Tampilan yang viral itu berasal dari grup drumband umum. Bukan dari siswa MTs NU Mranggen maupun peserta pelajar yang mengikuti kegiatan ini,” terang Abdul Kodir.
Ia menambahkan bahwa panitia sebenarnya telah memberikan arahan kepada seluruh peserta agar menjaga etika selama kegiatan berlangsung dan menyesuaikan penampilan dengan karakter acara yang digelar di lingkungan pendidikan serta keagamaan.
“Selain itu, menyesuaikan penampilan dengan karakter kegiatan yang berlangsung di lingkungan pendidikan dan keagamaan. Arahan tersebut juga telah disampaikan dalam rapat teknis sebelum acara digelar,” papar Abdul Kodir.
Meski demikian, panitia mengaku tidak memperkirakan akan muncul penampilan yang kemudian memicu kontroversi di tengah masyarakat.
Akui drumband yang berpenampilan seksi bukan dari kalangan pelajar
Abdul Kodir mengungkapkan bahwa Gebyar Muharram tahun ini diikuti oleh 26 grup drumband. Dari jumlah tersebut, hanya tiga grup yang berasal dari kalangan pelajar, sementara sisanya merupakan peserta umum dari berbagai daerah.
“Untuk peserta selebihnya merupakan grup drum band umum dari berbagai daerah,” imbuh Abdul Kodir.
Menurutnya, minimnya partisipasi grup drumband pelajar disebabkan banyak kelompok drumband sekolah yang sudah tidak aktif sehingga panitia memberikan porsi lebih besar kepada peserta umum.
”Kami biasanya membagi kuota antara pelajar dan umum. Karena banyak grup pelajar yang vakum, kuota tersebut akhirnya dialihkan kepada peserta umum,” tutur Abdul Kodir.
Selain parade drumband, kegiatan Gebyar Muharram juga diisi dengan mujahadah, wisuda, serta pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi.
Salah satu bentuk apresiasi yang diberikan adalah hadiah sepeda motor bagi siswa yang berhasil menghafal 30 juz Al-Qur’an.
Sekolah mohon maaf atas kegaduhan yang terjadi
Pihak sekolah berharap masyarakat dapat melihat keseluruhan tujuan acara yang berfokus pada syiar Islam, pembinaan karakter, dan pengembangan prestasi siswa.
Meski demikian, mereka tetap menerima kritik dan masukan yang berkembang setelah video tersebut viral.
“Kami memohon maaf atas kegaduhan yang muncul. Kejadian ini menjadi bahan introspeksi agar kegiatan berikutnya dapat berlangsung lebih baik dan sesuai harapan semua pihak,” tegas Kodir.
Ia berharap pelaksanaan Gebyar Muharram pada tahun-tahun berikutnya dapat berlangsung lebih tertata dan tetap selaras dengan nilai-nilai pendidikan serta keagamaan yang menjadi identitas lembaga.
”Harapannya pelaksanaan Gebyar Muharram pada tahun-tahun mendatang dapat lebih tertata, tetap meriah, sekaligus selaras dengan nilai-nilai pendidikan dan keagamaan yang menjadi identitas lembaga,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply