Viral Dugaan Suap BEM UBK Usai Aksi & Bertemu Wapres Gibran, Kena Sidang

Wapres bersama 15 delegasi mahasiswa Universitas Bung Karno dan Universitas Mohammad Husni Thamrin
Wapres bersama 15 delegasi mahasiswa Universitas Bung Karno dan Universitas Mohammad Husni Thamrin (KalderaNews/Wapres)
Sharing for Empowerment

Geger video pengakuan Ketua BEM FH UBK yang diduga menerima sejumlah uang agar tidak menggelar aksi demo di Istana Negara.

JAKARTA, KalderaNews.com – Jagat media sosial mendadak dihebohkan oleh isu miring yang menerpa Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK).

Rekaman video pengakuan dari Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdi Maludin, viral setelah dirinya diduga menerima sejumlah uang sebelum dan sesudah aksi demonstrasi di kawasan Istana Negara pada 15 Juni 2026.

BACA JUGA:

Isu ini menggelinding bak bola salju di platform digital seperti X (Twitter) dan TikTok, terutama karena aksi unjuk rasa tersebut ditutup dengan agenda audiensi langsung bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kronologi Kasus dan Pengakuan Ketua BEM FH UBK

Kekisruhan bermula saat video interogasi dan sidang terbuka yang dilakukan oleh civitas akademika serta mahasiswa UBK beredar luas. Dalam potongan video tersebut, Muhammad Abdi Maludin secara terbuka menyampaikan permohonan maaf.

“Saya ngaku salah dan mohon maaf pada kalian semua,” ujar Abdi di hadapan massa mahasiswa yang menuntut pengembalian nama baik kampus UBK.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kronologi aliran dana tersebut memiliki beberapa versi pengakuan:

  • Tawaran Sebelum Aksi: Abdi mengeklaim bahwa sejak sebelum aksi, ia sempat ditawarkan sejumlah uang tunai agar mahasiswa tidak turun ke Istana Negara maupun gedung DPR. Ia menduga dana awal tersebut bersumber dari oknum aparat dengan perantara alumni. Namun, Abdi menegaskan mahasiswa tetap memilih turun ke jalan meski dana cash sempat diterima.
  • Uang Usai Pertemuan di Istana: Di sisi lain, muncul pengakuan dari pengurus BEM FH UBK lainnya yang menyebutkan adanya penerimaan uang saku berkisar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per orang setelah mereka selesai menghadiri undangan mediasi bersama Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Isu Liar di Media Sosial: Dari Rp2 Juta hingga Isu Rp300 Juta

Simpang siur mengenai nominal pasti dana yang berputar memicu spekulasi liar di media sosial. Akun X @txtdarigen*** sempat mengunggah narasi bahwa total dana yang mengalir mencapai Rp300 juta untuk menyeting hasil rapat. Netizen lain di akun @Helloween juga meluapkan kekecewaannya dan menganggap idealisme mahasiswa telah tergadaikan.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa pengakuan para pengurus BEM tersebut dilakukan di bawah tekanan massa mahasiswa yang marah. Hingga saat ini, belum ada bukti konkrit atau konfirmasi resmi mengenai siapa pihak utama yang mengucurkan dana operasional tersebut.

Tuntutan Mahasiswa UBK dan Alasan Demo 15 Juni

Sebelum isu suap ini mencuat, sebanyak 15 perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus—termasuk UBK, Universitas Terbuka, dan Universitas MH Thamrin—diundang langsung masuk ke Istana Wapres oleh Gibran Rakabuming Raka sekitar pukul 17.25 WIB setelah menggelar aksi di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa membawa klaster tuntutan krusial mengenai kebijakan fiskal dan pendidikan, antara lain:

Audit Program MBG: Meminta pembekuan sementara serta audit transparansi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kebijakan deputi kedaulatan pangan.

Efisiensi Anggaran: Mendesak pemerintah mengalihkan efisiensi anggaran negara untuk mensubsidi biaya operasional pendidikan tinggi (Ukt) demi mewujudkan pendidikan yang terjangkau bagi masyarakat.

Merespons kegaduhan yang mencoreng nama baik almamater, internal BEM FH UBK langsung mengeluarkan 10 poin tuntutan. Salah satu poin utamanya adalah mendesak seluruh oknum pengurus yang terlibat dan terbukti menerima dana untuk segera membuat video pengakuan tertulis secara jujur serta mengundurkan diri secara tidak hormat dari jabatan organisasi kampus.

Sebagian mahasiswa bahkan menuntut sanksi tegas berupa Drop Out (DO) bagi oknum yang terbukti melakukan pelogoran idealisme gerakan.

Amarah Netizen

Berikut ini sejumlah amarah dan kegeraman netizen.

@bismillahyuk_ : Ya, gak usah berharap banyak lagi sama negara ini.

@pak_erte92 (Eka Wicaksana Putra): 300 juta? Woahhhh! Betul2 bajingan ya klean anak muda

@bismillahyuk_ : PANTESAN PAS ADA VIDEO DIA NGMG KEK PLENGER2 MACEM WAPRES

@rdwnfrmnsyh : 300 juta, buseeeet duitnya dari anggaran apatuh?!

@bismillahyuk_ : Dari mana lagi selain dari uang rakyat kak wkwkwk

@lalawslh (Lala): Menjijikkan

@bismillahyuk_ : Liat mukanya aja menjijikan ngga kak?

@andipamk (Andipamk): Ya siapa yang mau bayar 300 juta kalau beneran, cuma buat ketemu sebentar

@bismillahyuk_ : Yang bayar wakil presiden kita pakai uang pajak kita. Jadi bukankah seharusnya kita sudah kaya sekarang?!

@Qu3en_Bakery (Mama Queen): Udah jelas ngaku kayak gini—memangnya yang nyuap bakal mau ngaku?

@bismillahyuk_ : Cuma klarifikasi, ya itu aja. Terus drop dan lupain aja, panggil buzzer lain.

@arkuyyy (Arya): mengecewakan

@bismillahyuk_ (hot cocoa): Ya gak usah kaget lagi kak kalau kayak gini wkwkwk

@kailovpopeyes (K A I): Pantes feeling gua dari awal nih orang dkk muncul nemuin Gibran gak enak, kek gak beres aja. Makanya gak mau dukung yg gimana², dan feeling gak enak itu diperparah setelah dia di wawancara. Ngejawabnya Ya Allah, pasti gua skip, karena persis kek Gibran

@Adhitya38282371 (Adhitya): Lu perhatikan deh mulut kecil kumis tipis udah sama persis tikus . Doyan jilat udah kelihatan ni bangsat, rela mendaftarkan diri untuk masuk gelombang bangsatnya pejabat.

@AkanMenemuiAjal (Anak agung prihantono): Siap2 jd samsak teman2 kampus (junior apalagi seniornya). Bakalan jd ayam geprek & perkedel tuh bocah UBK mah dr dulu emang anti Pemerintah sejak 98 & tukang demo sama anak YAI (mskpn jg sering berantem diSalemba, dr Bioskop Megaria hingga kampus kedokteran UI).

@zzzcapek62 (Sksk Zzhhiks): Yaps artinya org2 macem wapres mgkn dan lembaga2 yg terkait dukung dan apresiasi demo tuh orang emg ga beres, dan negara beneran gk baik2 aj plis pemilu selanjutnya buka mata lebar2 pake logika kritis cari info, dan janlup sebarin ke orang sekitar gt terkait calonnya gt:(

@AsadYulian5962 (Yulianto Asad): HAHAHAHAHAHA MASIH PERCAYA BELANDA YANG JAJAH KITA DULU ATAU EMANG WARLOK SENDIRI YG NGEJAJAH BANGSA? KALO GUE SIH, EMANG PARA WARLOK YG NGEJAJAH BANGSA SENDIRI. NIH CONTOHNYA UDAH TERPAMPANG NYATA. KOAR-KOAR DEMO, EH UJUNGNYA TERIMA JUGA DUIT LANGSUNG DIEM. MENTALMU MENTAL DUIT.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*