
Pelaksanaan SPMB 2026 diwarnai karut-marut nasional. Mulai dari server eror di Padang & Kaltim, hingga isu titipan pejabat di Jateng.
JAKARTA, KalderaNews.com – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di berbagai wilayah Indonesia diwarnai karut-marut.
Mulai dari kendala teknis akibat server tumbang, salah urus sistem, gangguan faktor eksternal, hingga fenomena klasik “titip-menitip” bangku sekolah oleh oknum pejabat.
BACA JUGA:
- Kisruh SPMB Jabar: BMPS Bantah Klaim Kerja Sama 751 Sekolah Swasta
- Sengkarut SPMB Jabar 2026, Website Error, Ada Dugaan Langgar Pergub!
- Kekacauan SPMB Jabar 2026: Pemprov Siapkan Subsidi Sekolah Swasta
Rentetan masalah ini memicu kepanikan massal di kalangan orang tua murid yang mengkhawatirkan masa depan pendidikan anak-anak mereka.
Server Tumbang di Padang dan Kalimantan Timur
Di Kota Padang, Sumatra Barat, hari pertama pendaftaran tingkat SMP (22/6/2026) langsung disambut dengan crash pada website akibat lonjakan 6.000 trafik secara bersamaan. Akibat ketidakstabilan sistem, ribuan orang tua panik hingga salah memilih jalur pendaftaran.
Sebagai solusi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang mengambil langkah ekstrem dengan mereset data 8.000 pendaftar dan memperpanjang masa pendaftaran hingga Kamis (25/6/2026).
Masalah serupa terjadi di Kalimantan Timur untuk jenjang SMA/SMK. Penggunaan satu aplikasi dan server terpusat untuk pertama kalinya justru membuat sistem down karena diakses oleh 70 hingga 80 ribu pengguna sekaligus.
Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, mengakui adanya keterbatasan kapasitas server dan bandwidth akibat penyesuaian anggaran.
Masalah Titik Koordinat di Mataram dan Pemadaman Listrik di Batang
Kekacauan teknis juga menjalar ke wilayah lain dengan pola yang berbeda:
Kota Mataram: Orang tua murid mengeluhkan titik koordinat lokasi rumah yang tidak muncul di sistem, sehingga berkas tidak bisa dilanjutkan.
Namun, Plt Kepala SMPN 2 Mataram, Ni Nengah Sri Swati, berkilah bahwa eror terjadi karena warga “curi start” mengakses situs sebelum jam operasional resmi dibuka pukul 08.00 WITA.
Kabupaten Batang: Proses SPMB tingkat SMP Negeri sempat lumpuh akibat adanya pemadaman listrik bergilir. Dampaknya, jaringan internet menjadi lambat (lemot) dan server sempat eror di masa-masa krusial menjelang penutupan pendaftaran.
Sisi Gelap SPMB Jateng: Fenomena “Jastip” Kursi oleh Pejabat
Di tengah karut-marut teknis di luar Jawa, Jawa Tengah justru diuji oleh integritas sistem. Sejumlah orang tua murid yang mengaku sebagai pejabat serta memiliki kedekatan dengan anggota DPRD kedapatan mencoba mencari “jalur khusus” atau menitipkan anak mereka di sekolah favorit, seperti SMAN 1 dan SMAN 3 Semarang.
Ketua Panitia SPMB SMAN 3 Semarang, Achmad Fauzan, membenarkan adanya banyak telepon dari oknum yang meminta bantuan agar diloloskan lewat jalur belakang.
“Kami tegaskan kepada mereka, semuanya by system. No titip, no jastip. Tidak ada jalur khusus, hanya ada empat jalur resmi (zonasi, prestasi, afirmasi, mutasi),” tegas Fauzan.
Merespons hal ini, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengeluarkan ancaman keras bagi para oknum yang mencoba mencoreng transparansi SPMB 2026.
Pemprov Jateng kini menggandeng Ombudsman dan aparat penegak hukum untuk memantau celah kecurangan.
“Semakin Anda menitip, semakin saya coret. Tidak ada itu (jasa penitipan). Kalau ada unsur bukti permulaan yang cukup, polisinya bergerak, jaksa yang menuntut,” ancam Luthfi.
Catatan Ombudsman: Potensi Maladministrasi Berulang
Melihat fenomena karut-marut nasional ini, Ombudsman RI menegaskan pentingnya evaluasi total. Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Adel Wahidi, menyayangkan pihak dinas yang kerap beralasan server overload.
Menurutnya, pelaksanaan SPMB online bukan hal baru dan seharusnya sudah melalui pengujian beban (stress test) yang matang.
Ombudsman mengingatkan bahwa kegagalan sistemik yang merugikan hak masyarakat untuk mendapatkan akses pendidikan yang adil dan lancar dapat dikategorikan sebagai tindakan maladministrasi.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply