
Sistem Penerimaan Murid Baru Jabar tahap 1 alami kendala teknis. BMPS turut bantah klaim kerja sama 751 sekolah swasta.
BANDUNG, KalderaNews.com – Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB untuk tingkat SMA dan SMK Negeri di Jawa Barat tahun ajaran 2026 resmi membuka pendaftaran tahap satu.
Tahap ini dikhususkan bagi para calon peserta didik yang sebelumnya belum berhasil lolos dalam proses Pemetaan Calon Murid Baru atau PCMB.
Sesuai dengan jadwal resmi yang dirilis, proses pendaftaran beserta verifikasi dan validasi dokumen dijadwalkan berlangsung hingga tanggal 19 Juni, sebelum kemudian dilanjutkan ke rangkaian proses uji kompetensi, rapat dewan guru, hingga pengumuman final.
BACA JUGA:
- Sengkarut SPMB Jabar 2026, Website Error, Ada Dugaan Langgar Pergub!
- SPMB Batam Jebol, 1.495 Dokumen Calon Siswa Tersebar di Medsos
- Antrean SPMB Depok Membeludak, Sistem Error atau Warga yang Gagap?
Namun, baru saja dimulai, pelaksanaan SPMB tahun ini langsung dihadapkan pada keluhan teknis dari masyarakat dan polemik kebijakan yang memanas.
Pada hari kedua pelaksanaan, gelombang keluhan dari para orang tua murid langsung membanjiri media sosial resmi Dinas Pendidikan Jawa Barat.
Banyak pendaftar melaporkan bahwa halaman resmi portal pendaftaran mendadak hilang dan tidak dapat diakses sama sekali. Kebingungan semakin memuncak ketika status pendaftaran calon murid yang semula sudah dalam posisi menunggu verifikasi secara tiba-tiba berubah drastis menjadi belum terpetakan.
Masalah ini diperkuat dengan berubahnya status registrasi pada laman utama SPMB Jawa Barat yang semula bertuliskan sedang dimulai menjadi ditutup sementara.
Merespons kepanikan publik tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, memberikan klarifikasi terkait penutupan sementara sistem tersebut. Purwanto menjelaskan bahwa pada tanggal 16 Juni, sistem sengaja ditutup sementara karena bertepatan dengan hari libur nasional peringatan 1 Muharram.
Ia menegaskan bahwa operasional pendaftaran fisik maupun sistem akan kembali berjalan normal di sisa jadwal yang tersedia, yakni pada tanggal 15, 17, 18, dan 19 Juni.
Meskipun demikian, penjelasan singkat ini belum sepenuhnya meredakan kekecewaan orang tua murid yang telanjur kesulitan mengakses sistem sejak malam hari sebelumnya.
Di luar kendala teknis aplikasi, persoalan mendasar yang jauh lebih besar justru muncul dari skema Sekolah Swasta Kerja Sama atau SSK yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Program ini awalnya dirancang sebagai solusi inklusif untuk menampung sekitar 78 ribu calon murid yang diperkirakan tidak mendapatkan kursi di sekolah negeri karena keterbatasan daya tampung.
Melalui skema ini, Pemprov Jabar menjanjikan bantuan Dana Sumbangan Pendidikan sebesar 1,5 juta rupiah per siswa serta bantuan operasional bulanan senilai 100 ribu rupiah bagi siswa yang mendaftar ke sekolah swasta mitra.
Alih-alih berjalan mulus, program subsidi ini langsung mendapat penolakan keras dari Badan Musyawarah Perguruan Swasta atau BMPS Jawa Barat.
Ketua BMPS Jawa Barat, Agus Sriyanta, menyatakan dengan tegas bahwa nominal bantuan bulanan sebesar 100 ribu rupiah sangat tidak realistis dan tidak relevan untuk menopang kebutuhan operasional sekolah swasta, mulai dari pemenuhan gaji guru, biaya listrik, hingga fasilitas belajar.
BMPS mengkhawatirkan kebijakan yang melarang sekolah memungut biaya tambahan setelah menerima subsidi justru akan mencekik keuangan yayasan dan pada akhirnya menurunkan kualitas pendidikan secara drastis.
Lebih jauh lagi, BMPS Jawa Barat secara terbuka membantah klaim sepihak dari Pemprov Jabar yang menyatakan bahwa sudah ada 751 sekolah swasta yang resmi bergabung dalam program tersebut.
Agus Sriyanta bahkan menyebut klaim ratusan sekolah tersebut sebagai informasi yang tidak benar atau hoaks karena pihak BMPS sendiri memegang data riil di lapangan dan merasa belum pernah diajak berdiskusi secara resmi sebagai organisasi yang menaungi yayasan sekolah swasta.
Ia menantang pemerintah untuk membuka data 751 sekolah tersebut ke ruang publik demi transparansi informasi dan kejelasan nasib puluhan ribu calon murid di Jawa Barat.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply