Siswa dan Ortu Sekolah Cikal Antusias Jalani Pembelajaran Tatap Muka Terbatas




Pembelajaran tatap muka terbatas di Sekolah Cikal Cilandak
Pembelajaran tatap muka terbatas di Sekolah Cikal Cilandak (KalderaNews/Dok.Cikal)

JAKARTA, KalderaNews.com – Peserta didik Sekolah Cikal Cilandak dan Sekolah Cikal Amri-Setu antusias mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka terbatas dengan sistem pembelajaran campuran (blended learning) 7-29 April 2021.

Kepala Sekolah Cikal Amri-Setu, Siti Fatimah dalam keterangan persnya menyatakan bahwa sebagian besar dari orang tua dan siswa di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) menanggapi baik penerapan tatap muka terbatas ini setelah menjalankan survei dan berdiskusi secara langsung dan terbuka melalui pertemuan orangtua beberapa waktu lalu.

“Sebagian besar orang tua, maupun siswa sangat antusias dengan uji coba ini. Orang tua melihat bahwa anak-anak memerlukan pembelajaran tatap muka, bukan saja agar mereka dapat memahami materi ajar dengan lebih baik, tetapi juga demi memenuhi kebutuhan sosial mereka yakni membangun Interaksi sosial dengan teman dan guru secara langsung setelah selama satu tahun,” tuturnya.

BACA JUGA:

Sementara itu, Direktur Bisnis Operation Cikal, Sekolah Cikal, Ratih Saraswati, menambahkan dari 92 Sekolah yang menjalankan pembelajaran tatap muka terbatas, Sekolah Cikal pun turut serta mengikuti seleksi kesiapan belajar dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang mencakup kesiapan dan kelayakan sarana-prasarana, penerapan protokol kesehatan, kesediaan Satuan Tugas Covid di sekolah, teknologi yang mendukung pembelajaran dari rumah, hingga kesehatan guru.

Selain di tingkat SMA, penerapan belajar tatap muka terbatas di Cikal juga berlangsung di tingkat SD Cikal Cilandak. Kepala Sekolah Cikal Cilandak, Windy Hastasasi, menyatakan bahwa Cikal telah dan akan selalu melakukan pengawasan keamanan dan kesehatan ketat bagi murid kelas 5 dan kelas 6 selama uji coba ini.

“Sekolah Cikal berupaya mempersiapkan dan memastikan kelayakan sarana prasarana, serta optimalisasi penerapan metode pembelajaran campuran (blended learning) dapat lebih optimal,” tandas Windy Hastasasi.

Windy menambahkan orang tua murid Cikal pun mengikuti pelatihan proses pendampingan belajar campuran (Blended Learning) sesuai arahan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*