Dosen UMN: Manfaatkan Media Sosial untuk Membangun Citra Positif Perguruan Tinggi




Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara, Inco Hary. (KalderaNews.com/repro: y.prayogo)
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara, Inco Hary. (KalderaNews.com/repro: y.prayogo)

JAKARTA, KalderaNews.com – Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara, Inco Hary menjadi salah satu narasumber dalam Forum Kehumasan Perguruan Tinggi Tahun 2021 dengan tema “Wujudkan Pendidikan yang Berkualitas melalui Akselerasi Kinerja Humas Perguruan Tinggi”. Acara ini digelar LLDIKTI Wilayah III dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2021.

Inco membagikan materi tentang pemanfaatan media sosial sebagai representasi citra positif di perguruan tinggi.

BACA JUGA:

Generasi saat ini, kata Inco, lebih banyak mengonsumsi internet, apalagi sejak pandemi Covid-19 ini. Ada sekitar 170 juta pengguna media sosial di Indonesia.

Dalam konteks perguruan tinggi, Inco mengatakan, satu kampus bisa memiliki beragam media sosial untuk setiap entitas yang ada di dalamnya. Mulai dari media sosial di tingkat universitas, prodi, perpustakaan, laboratorium, dan lain sebagainya.

“Bagaimana mensinergikan akun media sosial yang ada di dalam satu perguruan tinggi karena kepentingannya juga berbeda satu sama lain? Kata kuncinya adalah kolaborasi. Bagaimana bisa memanfaatkan kolaborasi akun media sosial yang satu dengan yang lainnya yang berada di dalam kampus yang sama,” jelas Inco.

Maka, Inco menjelaskan, pentingnya kampus memiliki positioning untuk pendistribusian pesan di banyak media sosial. Positioning adalah ciri khas atau pembeda dari suatu kampus dibandingkan dengan kampus lain.

Menurutnya, hal ini harus menjadi dasar untuk setiap bentuk aktivitas komunikasi di kampus tersebut, sehingga citra kampus akan terbentuk. Selain itu, Inco juga mengatakan pentingnya untuk terikat pada suatu ultimate point.

“Artinya, nanti ketika di dalam media sosial yang ada di bawah pengelolaan kampus atau di bawah suatu perguruan tinggi itu harus punya pesan yang menyesuaikan dengan ultimate point tersebut. Berlandaskan positioning yang sama dari kampus tersebut, tapi terikat pada satu pesan utama dari kampus tersebut, ultimate point, sehingga walaupun nanti himpunan mahasiswa, fakultas, laboratorium, marketing, dan sebagainya punya media sosial, dia akan saling membantu satu sama lain,” papar Inco.

Inco juga memaparkan proses komunikasi di dalam media sosial yang bersifat lebih fleksibel dan timbal balik. Nah, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sumber pemberi informasi dari perguruan tinggi, jenis pesan, kanal komunikasi yang digunakan, serta penerima informasi.

Terkait penerima informasi, Inco menjelaskan bahwa cara dan isi pesan yang disampaikan akan tergantung dari siapa penerimanya. Dengan kehadiran media sosial ini, Inco mengatakan, interaksi dengan penerima pesan pun akan menjadi lebih aktif dan dinamis.

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*