Pendaftaran Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Tutup 27 Juni 2021, Ini Persyaratan dan Skemanya




Penerima Beasiswa Pertukaran Mahasiswa EU SHARE Scholarship di Polandia Yanti Octaviani (IPB 2013), Shafira Rizki Ramdhayani (UI 2015), dan Annisa Bella Putri (BINUS 2015) di Erasmus Day 2019, Menara Astra Jakarta, Sabtu, 12 Oktober 2019
Penerima Beasiswa Pertukaran Mahasiswa EU SHARE Scholarship di Polandia Yanti Octaviani (IPB 2013), Shafira Rizki Ramdhayani (UI 2015), dan Annisa Bella Putri (BINUS 2015) di Erasmus Day 2019, Menara Astra Jakarta, Sabtu, 12 Oktober 2019 (KalderaNews/JS de Britto)

JAKARTA, KalderaNews.com – Pendaftaran Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka telah dibuka bagi para mahasiswa di seluruh Indonesia. Ditutup 27 Juni 2021 mendatang, calon peserta dapat mengakses pendaftaran melalui laman Pertukaran Mahasiswa Merdeka https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/web/pertukaranMahasiswaMerdeka2021.

Ketua Subpokja Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Andi Ilham memaparkan, jika mahasiswa ingin merasakan pengalaman kuliah selama satu semester di kampus lain dengan suasana yang berbeda maka bergabunglah dalam program ini, karena program ini bertujuan untuk mendorong tumbuhnya semangat cinta tanah air melalui persahabatan antar generasi muda di berbagai wilayah Nusantara.

“Jadilah calon pemimpin bangsa yang berintegritas, memahami keberagaman dan arif mengelola kekayaan sumber daya untuk membangun bangsa yang berdaulat adil dan makmur,” ujar Andi Ilham mengawali paparannya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan beberapa syarat yang harus dipenuhi mahasiswa untuk mengikuti program ini. Apa saja persyaratannya?

  • Mahasiswa S1 non-vokasi, aktif pada semester 3, 5, dan 7 dari PTN – PTS di seluruh tanah air
  • Memiliki IPK minimal 2,75 atau memiliki pengalaman prestasi non-akademik tingkat daerah/nasional/ internasional (dibuktikan dengan dokumen yang sah).
  • Memiliki kemampuan dan peluang untuk mengembangkan penalaran, wawasan, serta berintegritas, kreatif dan inovatif
  • Tidak pernah dikenakan sanksi akademik dan non akademik pada perguruan tinggi pengirim
  • Bersedia mentaati seluruh ketentuan tertulis pada buku POB (Pedoman Operasional Baku) Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka
  • Mendapatkan rekomendasi dari PT asal dan izin orang tua/wali.

“Jika Anda memiliki semua persyaratan ini ayo daftar sekarang,” ajaknya..

Andi Ilham mengatakan bahwa melalui program ini, mahasiswa akan dikirim ke salah satu kampus di luar pulau domisilinya untuk mengikuti proses pembelajaran dengan tiga skema yang dapat dipilih:

  • Total 20 SKS dapat ditempuh seluruhnya di perguruan tinggi penerima dilaksanakan secara luring
  • Total 20 SKS dapat ditempuh dengan kombinasi, yaitu beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi penerima secara luring dan beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi pengirim (asal) secara daring.
  • Total 20 SKS dapat ditempuh dengan kombinasi, yaitu beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi penerima secara luring, dan beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi mitra secara daring dan atau di perguruan tinggi pengirim (asal) secara daring.

Selain itu, mahasiswa juga akan mengikuti kegiatan Modul Nusantara yang setara dengan 2 sks dan dibimbing oleh dosen. Empat kegiatan pokok yang ada pada Modul Nusantara ini antara lain kebhinekaan (14 kegiatan), inspirasi (3 kegiatan), refleksi (7 kegiatan), dan kontribusi sosial (1 kegiatan).

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*