Pernyataan Resmi Mantan Dirjen Bimas Katolik, Yohanes Bayu Samodro Setelah Diberhentikan




Dirjen Bimas Katolik 2020-2025, Yohanes Bayu Samodro MPd
Dirjen Bimas Katolik 2020-2025, Yohanes Bayu Samodro MPd (KalderaNews/FB Keuskupan Agung Jakarta)

JAKARTA, KalderaNews.com – Jumat, 24 Desember 2021, mantan Mantan Dirjen Bimas Katolik, Yohanes Bayu Samodro memberikan pernyataan resmi. Hal itu terkait pemberhentiannya sebagai Dirjen Bimas Katolik di Kementerian Agama.

Yohanes Bayu Samodro menyatakan legowo dengan keputusan Presiden, sehubungan dengan Surat Keputusan Presiden Nomor 172/TPA Tahun 2021 Tentang Pemberhentian dari Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Agama yang ditetapkan pada 6 Desember 2021.

“Sebagai warga negara dan umat Katolik, saya menerima keputusan pemberhentian jabatan sebagai Direktur Jenderal Bimas Katolik dengan keikhlasan yang penuh dan kepatuhan yang utuh,” tulisnya dalam keterangan pers yang dirilis, Jumat, 24 Desember 2021.

BACA JUGA:

Yohanes Bayu Samodro mengatakan, “Sebagaimana kehendak saya untuk mengabdi bagi bangsa dan melayani umat Katolik, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan amanat yang telah diberikan Presiden RI dan Menteri Agama sebagai Direktur Jenderal Bimas Katolik dalam masa jabatan sejak 10 Agustus 2020 s.d. 6 Desember 2021.”

“Selama mengemban tanggung jawab, sebagai pribadi, saya tentu memiliki kekurangan dan tak luput dari kesalahan. Oleh karena itu, saya ingin menyampaikan permohonan maaf apabila kinerja saya belum dapat memenuhi sepenuhnya harapan Presiden, Menteri Agama, dan masyarakat Katolik,” tambahnya.

Yohanes Bayu Samodro bersyukur karena selama menjabat sebagai Dirjen Dimas Katolik telah terjalin hubungan yang lebih erat antara Direktorat Jenderal Bimas Katolik dengan seluruh elemen masyarakat Katolik, Kardinal, para Uskup, Romo, Bruder, Suster, rekan-rekan pendidik, rekan-rekan media, rekan-rekan muda, dan seluruh organisasi-organisasi masyarakat Katolik yang memiliki visi mulia bagi bangsa dan Gereja.

“Kiranya seluruh daya spiritualitas dan relasi baik yang telah terbangun dapat terus dilanjutkan dalam sinergi bersama pemerintah guna membangun bangsa dan Gereja tercinta,” ucap Yohanes Bayu Samodro.

“Saya mohon doa untuk tanggung jawab dan tugas-tugas di ladang perutusan yang baru sebagaimana semboyan Mgr. Soegijapranata kita gemakan, ‘seratus persen Katolik, seratus persen Indonesia’,” kata Yohanes Bayu Samodro.

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*