Ternyata Begini Cara Mengelola Uang Sejak Dini, Simak Langsung dari Ahlinya




uang sejak dini, takakanita, SMP Tarakanita,
Deviana Anthony dalam webinar tantang cara mengelola uang sejak dini yang diselenggarakan Yayasan Tarakanita (KalderaNews/Lita Mayasari)

JAKARTA, KalderaNews.com – Uang memang merupakan hal penting dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun kita tidak diperbolehkan terlalu mencintai uang, tetapi ita harus mengaturnya sejak usia dini. Kita tahu bahwa banyak hal di dunia ini yang membutuhkan uang.

Secara fisik, kondisi uang harus dijaga. Secara nominal uang harus dikelola dengan baik. Dalam bentuk fisik, terdapat dua jenis bentuk uang yakni uang kertas dan koin. Terdapat delapan satuan uang rupiah dalam bentuk kertas dan empat satuan  koin yang masih beredar.

BACA JUGA:

Meskipun anak-anak usia SD belum sepenuhnya diberi tanggung jawab untuk memegang uang, tetapi pengenalan uang rupiah sejak dini diperlukan. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan cinta, bangga, dan paham terhadap nilai tukar uang di bangsa ini.

Yayasan Tarakanita mengadakan webinar yang sangat menarik untuk mengenalkan dan menumbuhkan rasa cinta, bangga serta pemahaman yang baik atas uang rupiah pada pelajar SD, Senin, 13 Desember 2021. Pada webinar ini, penyelenggara mengundang Deviana Anthony, Asisten Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia dengan moderator Scholastica Widi Pratiwi, pengajar kelas 5 SD Sint Carolus Bengkulu.

Dalam webinar tersebut Devi, panggilan akrab Deviana, mengajak anak-anak memahami perjalanan uang rupiah dari Bank Indonesia hingga sampai ke tangan anak-anak. Terdapat tiga pesan utama yang disampaikan Devi terkait cara mencintai uang rupiah, yaitu mengenali, merawat, dan menjaga.

Selanjutnya, cara yang dapat dilakukan sejak dini untuk mencintai uang rupiah ini antara lain:

  • Jaga jangan sampai tercuci di kantong baju. Kita kerap memasukkan uang ke dalam kantong baju. Kemudian lupa tidak dikeluarkan dan tercuci. Uang jadi basah bahkan robek. Untuk itu sebelum baju dicuci, harus dipastikan tidak ada uang tertinggal di kantong baju maupun celana.
  • Disimpan di dompet agar tidak ada bekas lipatan. Cara ini dilakukan untuk menjaga agar uang kertas tetap lurus, tidak terlipat dan tidak lecek serta kotor.
  • Kembalian belanja hanyalah uang, bukan barang atau permen

Untuk mengenali dan membedakan uang asli dan uang rupiah, Deviana yang juga alumi dari SMP dan SMA Tarakanita Jakarta mengajarkan para peserta webinar yang tersebar dari seluruh pelosok Indonesia tiga tip mudah cara membedakan uang asli dengan uang palsu, yakni dengan 3D: dilihat, diraba dan diterawang.

  • Warnanya cerah dan gambarnya jelas. Terdapat angka nominal dan lambang garuda Pancasila. Gambar utama pahlawan nasional dari seluruh wilayah Indonesia  yang telah meninggal, budaya seperti tari-tarian dan destinasi wisata di Indonesia.terdapat motif batik bila dilihat dengan dengan sinar UV.
  • Benang pengaman. Terlihat seperti benang yang kadang  berubah wana. Dapat dilihat dengan mata telanjang. Pada benang pengaman ini terdapat tulisan nominal uang kertas yang sesuai dengan nilai uangnya.
  • Terdapat OVI atau optical variable ink merupakan bidang berbentuk shield bila digerakkan akan berubah warna.

Tidak hanya cinta rupiah, sebagai warga negara tanpa terkecuali, juga harus bangga dengan rupiah. Mata uang resmi bangsa Indonesia yang lahir pada 30 Okober 1946, awalnya bernama ORI atau Oeang Republik Indonesia. Bangga Rupiah merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat memahami rupiah sebaga alat pembayaran yang sah, simbol kemerdekaan, dan alat pemersatu bangsa.

BACA JUGA:

Selain cinta rupiah dan bangga rupiah, Devi juga memberikan materi paham rupiah kepada peserta webinar. Paham rupiah merupakan kemampuan masyarakat dalam memahami peran rupiah dalam peredaran uang, statistika ekonomi, dan fungsina sebagai alat penyimpan kemampuan.

Dalam paham rupiah harus dipahami cara bertransaksi yang baik dan benar, cara berbelanja yang benar seperti kapan menggunakan uang digital dan uang kartal, serta menabung.

Pada bagian akhir webinar, Deviana Anthony menyampaikan terdapat  6P dalam produksi uang negara yakni perencanaan, pencetakan, pengeluaran, pengedaran, pencabutan dan penarikan, dan pemusnahan untuk uang rusak.

Webinar yang berlangsung menarik dan interaktif ini memancing minat para siswa SD untuk banyak bertanya, termasuk bertanya tentang bagaimana penanganan uang rusak atau uang yang dicurgai palsu. Uang yang rusak di masyarakat dapat ditukarkan di Bank Indonesia terdekat.

Selain uang rusak, kemungkinan juga terdapat uang salah cacat cetak, meskipun sangat kecil kemungkinannya. Bila kita ragu akan keaslian uang, bawa ke bank dan klarifikasi. Bila uang tersebut ternyata palsu maka klarifikasi dari bank ini bertujuan agar tidak beredar lagi.

Pada pesan penutupnya Deviana, yang merupakan lulusan dari Fakultas Ekonomi Universitas YAI ini menyampaikan bahwa Cinta Rupiah, Bangga Rupiah, dan Paham Rupiah harus dimulai dari diri sendiri sejak usia dini. Devi juga menyampaikan bahwa terdapat gim ARRupiah di PlayStore atau AppStore dari Bank Indonesia yang dapat diikuti oleh anak-anak.

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*