Inilah Makna Logo Tut Wuri Handayani yang Jadi Logo Kemendikbud dan Biasa Nempel di Seragam Sekolah




Logo Tut Wuri Handayani
Logo Tut Wuri Handayani (KalderaNews/Malena)

JAKARTA, KalderaNews.com – Semboyan Tut Wuri Handayani tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Semboyan ini identik dengan dunia pendidikan Indonesia yang memiliki sejarah yang panjang.

Banyak pahlawan yang berjasa untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Salah satu pahlawan yang paling terkenal di dunia pendidikan adalah Ki Hadjar Dewantara.

Bahkan karena jasanya semasa hidup, hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara juga ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional, yakni diperingati tiap tanggal 2 Mei.

BACA JUGA:

Salah satu semboyan dari Ki Hadjar Dewantara yang masih dihayati di dunia pendidikan hingga saat ini yakni Tut Wuri Handayani. Semboyan ini berasal dari semboyan lengkap “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”.

Arti semboyan itu “Di depan, seorang pendidik harus bisa menjadi teladan, di tengah murid, pendidik harus bisa memberikan ide, dan di belakang, seorang pendidik harus bisa memberikan dorongan”.

Selanjutnya, penggalan semboyan “Tut Wuri Handayani” digunakan dalam logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai penghargaan bagi Ki Hajar Dewantara.

Semboyan “Tut Wuri Handayani” mengandung pesan agar setiap pendidik tidak memaksakan kehendak kepada anak didiknya. Tut Wuri Handayani berarti mengikuti dari belakang dengan memengaruhi.

Maksudnya konkretnya adalah jangan berusaha menarik anak didik dari depan. Anak-anak yang masih belajar sebaiknya dibiarkan mencari jalannya sendiri. Jika anak didik salah jalan, barulah pendidiknya boleh mengarahkan.

Makna-Logo-Tut-Wuri-Handayani
Makna Logo Tut Wuri Handayani (KalderaNews/Dok. Kemendikbud)

Lantas tahukah bahwa logo Tut Wuri Handyani dari Ki Hadjar Dewantara ini juga memiliki sarat makna. Berikut ini makna logo Tut Wuri Handayani yang jadi logo Kementerian Pendidikan Nasional dan biasa ada di seragam sekolahmu ini.

  1. Bidang segi lima (biru muda) menggambarkan alam kehidupan pancasila.
  2. Semboyan Tut Wuri Handayani digunakan oleh Ki Hadjar Dewantara dalam melaksanakan sistem pendidikannya. Pencantuman semboyan ini berarti melengkapi penghargaan dan penghormatan terhadap jasa Ki Hadjar Dewantara semasa hidup.
  3. Warna putih pada ekor dan sayap garuda dan buku berarti suci, bersih dan tanpa pamrih. Warna kuning emas pada nyala api berarti keagungan, keluhuran dan pengabdian. Warna biru muda pada bidang segi lima berarti pengabdian. Warna biru muda pada bidang segi lima berarti pengabdian yang tak kunjung putus dengan memiliki pandangan hidup yang mendalam (pandangan hidup pancasila).
  4. Belencong menyala bermotif garuda belencong (menyala) merupakan lampu yang khusus dipergunakan pada pertunjukan wayang kulit. Cahaya belencong membuat pertunjukkan menjadi hidup.
  5. Burung Garuda (yang menjadi motif belencong) memberikan gambaran sifat dinamis, gagah perkasa, mampu dan berani mandiri mengarungi angkasa luas. Ekor dan sayap Garuda digambarkan masing-masing lima, yang berarti “satu kata dengan perbuatan Pancasilais”
  6. Buku merupakan sumber bagi segala ilmu yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*