16 Kesalahan Belajar yang Sering Kita Lakukan, Mulai Hindari Yuk

Ilustrasi mahasiswa belajar (KalderaNews/Ist)
Ilustrasi mahasiswa belajar (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Zaman dulu, bila kita merasa kurang bisa memahami sebuah materi di sekolah, kita akan belajar kelompok atau mencari bimbingan belajar. Namun, kini dengan kemudahan teknologi, kita bisa mengakses beragam aplikasi untuk membantu mengoptimalkan cara belajar. Sayangnya, dengan cara kekinian tersebut, kita masih kerap melakukan kesalahan belajar.

Kesalahan belajar yang kita lakukan bisa membuat belajar menjadi tidak efektif. Alhasil, kita merasa makin sulit menyerap materi yang disampaikan oleh guru. Inilah kesalahan belajar yang kerap kita lakukan tanpa sadar. Yuk, kita mulai hindari.

BACA JUGA:

Tidak paham konsep

Ini merupakan kesalahan belajar pertama yang banyak dilakukan pelajar dan mahasiswa, yakni pemahaman konsep. Kebanyakan dari pelajar cenderung menghafal tanpa mengetahui dari mana asal usul materi yang dihafal.

SKS

Cara ini banyak kita lakukan saat menjelang ujian. Sistem kebut semalam merupakan kesalahan belajar yang umum dilakukan. Padahal cara ini membuat kita membaca secara cepat dan melompati materi yang mungkin penting. Kerugiannya adalah kita belum tentu bisa menyerap semua materi yang dibaca dengan cepat dalam waktu semalam.

Bermain gadget

Bermain gadget sambil belajar tentu data mengganggu konsentrasi. Saat mulai belajar sebaiknya jauhkan gadget atau buat dalam mode silent agar tidak tergoda untuk memegangnya.

Preview dan review

Kesalahan belajar berikutnya adalah kita tidak melakukan preview dan review. Padahal dengan cara ini kita bisa mengetahui gambaran apa yang akan dipelajari dan melakukan review setelah pembelajarn untuk mengetahui apakah kita telah memahami materi yang ada.

Belajar pasif

Belajar pasif adalah kita hanya duduk diam menunggu materi dari guru atau dosen. Padahal dengan majunya teknologi, kita bisa saja memanfaatkan teknologi tersebut untuk mencari referensi belajar lain. Kita bisa melakukan latihan soal dan memahami pembahasan dengan gratis.

Sumber belajar kurang variasi

Bila membaca buku terasa membosankan dan melelahkan, kita bisa mencari sumber belajar lain yang lebih interaktif seperti di YouTube atau SlideShare.

Merasa terpaksa

Kesalahan belajar berikutnya adalah merasa terpaksa. Hal ini akan membuat nilaimu jeblok. Belajar dengan terpaksa tidak akan membuat materi yang dipelajari masuk ke otak, alih-alih akan membuatmu uring-uringan karena tidak paham.

Terlalu lama

Proses belajar yang terlalu lama juga tidak efektif. Melebihi 30 menit tidak akan membuat kita memahami materi yang ada. Belajar 30 menit secara rutin akan lebih baik daripada belajar lama sesekali.

Tidak tahu caranya

Banyak dari kita tidak paham cara belajar yang efektif. Meskipun belajar lama belum tentu kita bisa memahami materi dengan baik, ini berarti kita belum tahu cara belajar yang efektif.

Garis bawah dengan warna

Memberi warna pada buku atau catatan memang menarik dan membuat kita senang belajar, tetapi bila tembus hingga belakang atau pada halaman belakangnya juga diberi warna, hal ini bisa membuat konsentrasi belajar kita terganggu.

Mengerjakan PR = sudah belajar

Mengerjakan PR merupakan sebagian kecil dari belajar. Mengerjakan PR saja tidak bisa disebut sebagai belajar. Jika ingin belajarmu lebih efektif, kamu harus memisahkan antara mengerjakan PR dengan belajar. Selama 2 jam, gunakan waktumu untuk belajar, dan lakukan sisa waktu lain untuk mengerjakan PR.

Ngemil dan chatting

Belajar memang jangan sampai merasa tegang. Santai saja, bisa diselingi dengan ngemil atau sambil menjawab chat penting. Namun, jangan sampai melakukan ini secara bersamaan karena pada dasarnya otak kita tidak dapat multitasking secara bersamaan dalam melakukan dua perintah motoric yang bersamaan, misalnya menghafal sambil mengunyah atau menghafal sambil chat.

Tidak belajar sesuai dominasi otak

Tidak semua orang tahu tentang dominasi otaknya. Padahal sangat jelas bahwa kemampuan setiap orang dalam menerima atau menangkap suatu hal dipengaruhi oleh penggunaan otak yang dominan, kanan atau kiri. Ada yang lebih mudah memahami tulisan,a da pula yang lebih mudah memahami dengan gambar atau angka. Dengan mengetahui dominasi ini kita bisa memilih cara belajar yang tepat.

Musiknya tidak sesuai

Musik memang dapat membuat semangat belajar kita meningkat. Banyak manfaat pula yang bisa didapat dari mendengarkan musik saat belajar, misalnya dapat mengaktifkan sel otak, tetapi memilih musik yang tidak tepat malah bisa membuat gelombang otak berantakan. Atau bila mendengaran musik yang mellow bisa membuat kita malah teringat kenangan dengan mantan dan itu menjadikan konsentrasi belajar jadi buyar.

Tidak mencatat di kertas

Kemajuan teknologi memang dapat memudahkan banyak hal. Teknologi juga menggantikan fungsi buku, kertas, dan pulpen dalam mencatat. Padahal, saat kita merangkum dengan menulis, kita sekaligus belajar. Usahakan menulis agar tetap ingat tentang materi yang dipelajari.

Belajar kelompok di rumah teman

Belajar bersama dan berkelompok memang menyenangkan. Kita bisa saling diskusi dan mengisi. Namun bila belajar bersama dan berkelompok tanpa tujuan yang jelas, hal ini bisa membuat kita buang-buang waktu. Pastikan tujuan dan materi yang jelas dulu untuk menghindari belajar kelompok berubah jadi mabar.

Itulah kesalahan belajar yang sering terjadi dan harus dihindari. Yuk, mulai koreksi cara belajar kita agar makin berprestasi.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*