Mengenal Hukum Hooke, Hukum dalam Fisika tentang Elastisitas




Ilustrasi: Contoh elastisitas pada Hukum Hooke. (KalderaNews/Ist)

JAKARTA, KalderaNews.com – Belajar fisika pasti tidak lepas dari berbagai hukum yang berlaku di alam ini. Banyak hukum dalam fisika yang dapat kita amati dari kehidupan sehari-hari kita. Salah satunya adalah hukum Hooke ini.

Seperti hukum-hukum fisika lainnya, hukum Hooke juga diberi nama sesuai dengan nama penemunya, Robert Hooke. Sebenarnya membahas apakah hukum Hooke itu dan bagaimana rumusnya? Yuk, simak.

BACA JUGA:

Hukum Hooke merupakan salah satu hukum atau ketentuan tentang gaya yang ada di dalam bidang ilmu fisika yang terjadi karena adanya sifat elastisitas dari sebuah pir ataupun pegas. Menurut Robert Hooke, seorang ilmuwan yang menemukan Hukum Hooke, benda dibedakan menjadi dua jenis, antara lain benda yang bersifat plastis dan benda yang bersifat elastis.

Benda yang bersifat plastis adalah benda yang mengalami perubahan ketika dikenai gaya dan benda itu tidak bisa kembali ke bentuk semua setelah gaya yang diberikan hilang. Sementara untuk benda elastis adalah benda yang mengalami perubahan ketika dikenai gaya dan benda itu bisa kembali ke bentuk semula ketika gaya tersebut dihilang kan. Misalnya busur panah, per, gelang karet, dan ketapel.

Percobaan untuk mengamati hubungan antara perubahan yang terjadi di antara benda elastis dan gaya yang diberikan kepada benda tersebut dilakukan oleh Robert Hooke, seorang ilmuwan yang lahir di Freshwater, Isle of Wight, Inggris.

Dari percobaannya itu, Hooke menemukan sebuah hukum tentang hubungan antara gaya dan perubahan gaya pegas yang sekarang dikenal dengan hukum Hooke ini. Besar gaya Hooke tersebut secara proporsional akan berbanding lurus dengan jarak pergerakan pegas di posisi awal.

Penjelasan mengenai hukum Hooke tersebut dapat digambarkan menjadi sebuah rumus: F = -kx. Dengan F yakni gaya dengan satuan Newton, k adalah konstanta pegas dengan satuan newton per meter, dan x adalah jarak pergerakan pegas dari posisi normal dengan satuan meter.

Kemampuan sebuah benda untuk kembali lagi ke bentuk semua saat gaya luar diberikan padabenda itu dihilangkan. Apabila sebuah haya diberikan pada sebuah benda yang elastis, maka bentuk dari benda tersebut akan berubah. Untuk karet dan pegas, yang dimaksdu dengan perubahan bentuk adalah pertambahan panjang dari kedua benda tersebut. Benda-benda yang bersifat elastis juga mempunyai batas elastisitas.

Pegas yang lebih mudah meregang  seperti karet gelang akan mengalami pertambagan panjang yang lebih besar walaupun gaya yang diberikan relatif kecil. Begitu juga sebaliknya, pegas yang sulit meregang seperti halnya pegas baja, akan mengalami pertambahan panjang yang relatif sedikit. Walaupun diberi gaya yang cukup besar.

Karakteristik yang ada di masing-masing pegas tersebut dinyatakan dengan tetapan gaya dari pegas itu sendiri. Pegas yang mudah meregang seperti halnya karet gelang mempunyai tetapan gaya yang lebih kecil. Demikian sebaliknya, pegas yang sulit meregang akan memiliki tetapan gaya yang lebih besar.

Adapun bunyi hukum Hooke itu sendiri adalah: “Jika gaya tarik yang dberikan pada sebuah benda pegas tidak melampaui batas elastis bahan, maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus atau sebanding dengan gaya tariknya”.

Maksud dari Hukum Hooke secara sederhana adalah gaya yang kita berikan dapat melampaui batas elastisitas, maka benda tersebut tidak dapat kembali ke bentuk semula.

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*