President University Bersama Pusat Riset Penginderaan Jauh BRIN Kaji Industri Satelit di Indonesia




JAKARTA, KalderaNews.com – Pusat Riset Penginderaan Jauh (PRPJ) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan President University Cikarang menyelenggarakan webinar secara daring membahas tema “Memperkuat Ekosistem Industri Satelit di Indonesia”.

Tema tersebut diangkat untuk penyebaran informasi tentang prospek dan potensi manfaat dari teknologi, terutama teknologi satelit ke berbagai komunitas, guna meningkatkan aktivitas pemanfaatannya.

BACA JUGA:

Webinar ini menghadirkan narasumber Patrick Wong, M.Sc., Managing Director di Asia Pacific Region for Comtech Satellite Network Technologies Inc., USA dan Dr. Rahmat Arief, Peneliti Ahli Madya sekaligus Plt. Kepala PRPJ – BRIN.

Patrick Wong mengatakan, peluang dan tantangan terkait bisnis teknologi satelit yang sangat prospektif di masa depan. Ia pun memaparkan peluncuran Satelit Palapa A1 dari Cape Canaveral, Amerika Serikat dan mulai beroperasi secara penuh pada 16 Agustus 1976.

“Indonesia adalah negara ketiga setelah Amerika Serikat dan Kanada yang memiliki sistem satelit komunikasi domestik,” papar Patrick.

Sementara, Rahmat Arief menyampaikan, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang sangat membutuhkan teknologi satelit, salah satunya adalah tenologi satelit penginderaan jauh yang bisa memantau seluruh wilayah Indonesia.

“Keuntungan pemantauan dengan Satelit Penginderaan Jauh adalah cakupannya yang luas, perolehan datanya konsisten, near real time, biaya relatif murah, faktual dan aktual, serta terukur,” jelasnya.

Rahmat Arief juga menjelaskan roadmap penerimaan dan ketersediaan data penginderaan jauh BRIN dari tahun 1978 hingga tahun 2028, yang meliputi jenis satelit dengan berbagai resolusi spasial baik optik maupun radar.

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*