RUU Sisdiknas Tidak Masuk Prolegnas Prioritas, Menteri Nadiem: Perubahan Selalu Mengundang Resistensi




Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. (Dok.Kemendikbudristek)
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. (Dok.Kemendikbudristek)

JAKARTA, KalderaNews.com – Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menanggapi terkait RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang sempat diusulkan ke DPR RI tidak masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2023.

Menteri Nadiem yang sedang melakukan lawatan ke Amerika Serikat mengatakan bahwa setiap ada perubahan selalu mengundang resistensi.

BACA JUGA:

“Niatan yang kami tuangkan dalam Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional tersebut harus ditunda pembahasannya, jadi apa boleh buat,” kata Menteri Nadiem.

“Perubahan selalu mengundang resistensi. Kalau dalam suatu kepemimpinan tidak ada yang protes, jangan-jangan kamu belum melakukan apa-apa. Yang penting hati kita tulus dan kinerja kita bagus,” kata Menteri Nadiem.

Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), serta DPD RI telah menyetujui 38 RUU yang masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2023. RUU tersebut terdiri atas 25 RUU usulan DPR, 10 RUU usulan pemerintah, dan 3 RUU usulan DPD.

Namun, RUU Sisdiknas tidak masuk daftar Prolegnas Prioritas tersebut.

Penetapan itu diambil dalam rapat kerja (raker) Baleg DPR bersama Menkum HAM Yasonna Laoly dan DPD RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa, 20 September 2022.

Wakil Ketua Baleg DPR, Willy Aditya mengatakan bahwa RUU Sisdiknas masih menimbulkan pro dan kontra di publik. Maka, Willy meminta Mendikbudristek Nadiem Makarim membuka ruang dialog seluas-luasnya terkait RUU tersebut.

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*