BANDUNG, KalderaNews.com – Sekolah Santo Aloysius Bandung mengintegrasikan Metaverse dalam proses pembelajaran, lampaui batasan ruang kelas tradisional.
Tujuannya menciptakan lingkungan belajar berbasis teknologi yang memberdayakan siswa untuk mengeksplorasi, berinteraksi, dan terlibat.
“Melalui pendekatan revolusioner ini, kami bertujuan membuka peluang belajar yang lebih luas bagi siswa dan guru,” kata Pastor Agustinus Sudarno OSC, Pengurus Yayasan Mardiwijana Bandung Satya Winaya.
BACA JUGA:
- Sekolah Katolik Berusia 160 Tahun ini Jadi SMA Swasta Terbaik Versi Top 1000 Sekolah
- Sanurian’s Final Project Expo SMP St. Ursula Bandung, Learning Cycle Kekayaan Nusantara
- Berikut Ini 20 SMA Terbaik di Bandung Berdasarkan Nilai UTBK 2022
Pastor Agustinus Sudarno mengatakan, melalui Metaverse siswa dapat belajar melampaui batasan ruang kelas tradisional.
Para siswa dapat menjelajahi peristiwa bersejarah, mengalami konsep ilmiah dalam lingkungan simulasi.
Atau bahkan melakukan perjalanan kembali ke masa lalu untuk menyaksikan momen penting dalam sejarah.
Terobosan inovatif ini diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman yang lebih dalam tentang mata pelajaran dengan memberikan pembelajaran melalui pengalaman berhadapan langsung secara simulatif.
“Kami berharap bahwa inovasi teknologi dapat memberikan siswa kami pendidikan yang lebih baik dan tetap unggul dalam pembentukan manusia yang utuh, ujar Ketua Yayasan Mardiwijana Bandung, Sherly Iliana.
Pengenalan Metaverse di Sekolah Santo Aloysius Bandung ini, lanjutnya, merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan metodologi pembelajaran kami dan menumbuhkan lingkungan di mana kreativitas dan kolaborasi berkembang.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply