
JAKARTA, KalderaNews.com – Pemerintah akan mengubah penamaan atau nomenklatur libur nasional terkait ‘Isa Almasih’ menjadi ‘Yesus Kristus’.
Hal tersebut dikatakan Wakil Menteri Agama (Wamenag), Saiful Rahmat Dasuki.
“Iya, ini usulan dari umat Kristen dan Katolik agar nama nomenklatur itu justru memang diubah ke yang mereka yakini sebagai bagian dari yang mereka yakini bahwa itu adalah kelahiran Yesus Kristus, wafatnya Yesus Kristus dan kenaikan Yesus Kristus juga, jadi memang dari usulan mereka,” kata Saiful.
Sementara, Menko PMK, Muhadjir Effendy juga menegaskan hal tersebut.
“Akan ada perubahan nomenklatur atas usulan dari Kementerian Agama terkait dari istilah, yaitu Isa Almasih akan diubah menjadi Yesus Kristus,” ujar Menteri Muhadjir Effendy.
Ragam nama Yesus dan artinya
Kata ‘Yesus’ atau ‘Jesus’ berasal dari ‘Iesous’ (Yunani).
Meskipun kitab suci Kristen tertulis dalam bahasa Yunani, bahasa sehari-hari yang dipakai pada zaman Yesus adalah Aram. Sementara, bahasa religiusnya Ibrani.
Jadi sangat mungkin Yesus dikenal dalam bahasa Aram sebagai ‘Isho’ atau dalam Ibrani sebagai ‘Yeshua’ atau ‘Yehoshua’.
Varian lain nama ini yang umum kita kenal termasuk ‘Yosua’ dan ‘Yusak’.
Unsur Ye- atau Yeho- atau I- pada nama itu adalah potongan dari YHWH, empat huruf kudus bagi orang Yahudi; nama Tuhan sendiri.
Begitu kudus sehingga umat-Nya tak berani mengucapkan. Salah satu dari dasa titah atau 10 hukum, bagian utama kitab-kitab Taurat, berisi larangan untuk “menyebut nama YHWH, Allahmu, dengan sembarangan”.
Orang Israel pun mencari aman saja, tidak menyebut sama sekali, karena takut salah.
Maka, setiap bertemu keempat huruf itu, mereka akan membaca kata lain, seperti ‘Adonai’ (Tuhan), ‘Ha-Shem’ (Sang Nama), ‘Ha-Kadosh’ (Sang Kudus), dan yang lain.
Sementara, Kristus asalnya Khristos (Yunani); Mesias dari Mashiah (Ibrani).
Arti harfiah keduanya sama, yaitu ’yang diurapi’.
Jadi, Kristus atau Mesias berarti ‘yang diurapi (secara ritual, dalam nama Tuhan) dengan minyak harum’.
Dalam kitab suci orang Yahudi, upacara keagamaan berupa pengurapan dengan minyak dilakukan terhadap tokoh dan pemimpin seperti imam, nabi, dan raja.
Dalam keyakinan kekristenan, mengakui Yesus sebagai ‘Yang Diurapi’, yang berarti menerima imam, nabi, dan raja.
Umat yang meyakini tersebut lantas disebut Kristen, dari kata Yunani Khristianos, artinya ‘pengikut Kristus’.
Sementara, umat Islam menamai Yesus sebagai Isa Almasih.
‘Masih’ (Arab) sama artinya dengan ‘Mashiah’ (Ibrani), berarti Sang Mesias atau Kristus.
Nama Isa sendiri kemungkinan berasal dari bahasa Aram ‘Isho’.
Berikut ini ragam penamaan Yesus Kristus:
- Jesus Christ, Messiah (bahasa Inggris)
- Yesus Kristus, Mesias (Indonesia)
- Yeshua, Yesu’a, Yeshu’a, Yehoshu’a, Mašíaḥ (Ibrani atau Ivrit)
- Isha, Isho, Mar Isho, Eesho, Easho, Ishu (Aram dan India)
- ‘Isa al-Masih, ‘Isa ibn Maryam (Arab)
- Isha Masih, Issa Mashiha, Hazrat Issa, Issa (India)
- Yuzu Asaph, Yuz Asaf (India-Kashmir)
- Yesu, Yeshu (Ibrani)
- Iēsoûs Christos (Yunani)
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply