Sempat Viral, Kasus Pelajar Bogor Diinjak-injak Kini Berakhir Damai

Bullying atau perundungan di sekolah. (Ist.)
Bullying atau perundungan di sekolah. (Ist.)
Sharing for Empowerment

Kasus pelajar Bogor yang diinjak-injak saat diduga menjalani ospek geng berakhir damai usai keluarga bertemu polisi.

BOGOR, KalderaNews.com– Kasus pengeroyokan terhadap seorang siswa SMK di Bogor yang sempat viral di media sosial akhirnya berujung damai.

Keluarga korban dan para pelaku disebut telah mencapai kesepakatan setelah melalui proses diskusi bersama pihak berwenang. Video pengeroyokan tersebut sebelumnya ramai beredar di media sosial.

Dalam rekaman itu tampak seorang remaja tanpa baju tergeletak di sebuah gang sempit di antara bangunan, sementara beberapa pelajar berseragam sekolah berdiri mengelilinginya. Korban dan para pelaku diketahui sama-sama masih berstatus pelajar.

BACA JUGA:

Kasus berakhir damai

Kasus itu kemudian ditindaklanjuti pihak kepolisian. Sebanyak enam orang terduga pelaku sempat diamankan untuk dimintai keterangan.

Namun setelah pertemuan antara keluarga korban dan pelaku, kedua pihak memilih menyelesaikan perkara secara damai.

Perwakilan keluarga pelaku bernama Devi mengatakan keputusan damai diambil usai dilakukan pembicaraan antara kedua keluarga dan aparat terkait.

“Saya perwakilan dari orang tua pelaku dari kemarin itu udah diskusi dengan keluarga korban dan juga pihak berwenang. Lalu kami menyepakati keputusan akhir, kami memutuskan untuk damai dari kedua belah pihak, dengan tanggung jawab tentunya, kompensasi terhadap korban,” kata Devi.

Devi juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang dialami korban. Ia berharap para pelaku mendapatkan pembinaan agar tindakan serupa tidak kembali terjadi.

“Mungkin tambahan juga harapannya untuk ke depannya tidak ada lagi terulang jadi seperti ini. Harapannya juga dari pihak berwenang juga terkait itu bisa dilakukan pembinaan terhadap pelaku juga, agar tidak ada lagi juga kekerasan maupun di sekolah maupun di luar sekolah,” kata Novi.

Keluarga pilih memaafkan pelaku

Di sisi lain, ibu korban bernama Iis mengaku telah menerima kejadian tersebut dan memilih memaafkan para pelaku demi kebaikan bersama.

“Iya yang sudah-sudah aja. Yang terpenting ke depannya mereka tidak terulang lagi, saya sudah memaafkan semuanya,” kata Iis.

Meski sempat merasa khawatir, Iis mengaku percaya pihak sekolah akan membantu membina anak-anak agar tidak kembali terlibat pergaulan negatif.

“Sedikit sih ada (waswas), cuma saya percaya sama sekolah agar bisa terus dibimbing kembali di sekolah juga. Iya lah pasti (dibina di rumah), supaya pulang sekolah langsung pulang, tidak nongkrong lagi demi keselamatan anaknya juga,” kata Iis.

Sementara itu, polisi mengungkap pengeroyokan tersebut diduga terjadi sebagai bagian dari tradisi ospek sebelum korban diterima masuk kelompok atau geng para pelaku.

Kronologi korban diinjak-injak

“Pemicunya itu si korban ini kan mau masuk (bergabung) ke kelompok mereka itu, jadi semacam diospek ya, cuma dengan cara begitu. Jadi semuanya itu kan tujuh orang tu di dalam video itu, nah si korban ini yang namanya R mau masuk ke kelompok mereka itu,” kata Kapolsek Bogor Timur AKP Asep Sundana.

“Jadi untuk masalah lain yang jadi pemicu sampai terjadi penganiayaan sih nggak ada, cuma syarat masuk kelompok mereka itu seperti itu,” imbuhnya.

Keterangan serupa juga disampaikan Kanit Reskrim Polsek Bogor Timur Iptu Iwan Heri Setiawan. Berdasarkan pemeriksaan sementara, aksi kekerasan tersebut disebut menjadi tradisi bagi anggota baru geng BRAK.

“Kalau sementara ini, jadi dia (korban) mau masuk kelompok mereka (pelaku) itu. Jadi ada tradisi menurut mereka, bagi yang baru masuk. Ya diospek gitu lah istilahnya,” kata Iwan.

“Jadi kalau masalah atau motif lainnya nggak ada, cuma dia mau gabung geng itu, jadi istilahnya perkenalan. Jadi dia itu ada namanya geng BRAK atau basis BRAK. Jadi tongkrongan gabungan antar sekolah juga di situ,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*