Kemendikbudristek Minta Kampus Lindungi Mahasiswa yang Terlibat Ferienjob ke Jerman

Perdagangan orang. (Ist.)
Perdagangan orang. (Ist.)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Kemendikbudristek meminta agar kampus melindungi bila ada mahasiswanya yang terlibat ferienjob ke Jerman.

Paling tidak ada 1.047 mahasiswa yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berkedok magang (ferienjob) ke Jerman.

“Saya imbau agar kampus yang mahasiswanya yang terlibat program ferienjob agar selalu melindungi mahasiswa dari tekanan dan jeratan utang akibat program tersebut,” kata Direktur Jenderal Diktiristek, Prof. Abdul Haris.

BACA JUGA:

Semenjak Oktober 2023, kata Abdul Haris, Ditjen Diktiristek sudah mengambil langkah terkait ferienjob dengan mengeluarkan surat edaran No. 1032/E.E2/DT.00.05/2023 kepada seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

“Karena banyak ditemukan pelanggaran terhadap hak-hak mahasiswa,” katanya.

Dirjen Diktiristek pun mengajak perguruan tingi untuk berhati-hati dalam merancang program MBKM mandiri.

Kampus juga selalu memastikan kesesuaian program kampus dengan Buku Panduan MBKM 2020.

Kemendikbudristek dukung tindak tegas ferienjob ke Jerman

Abdul Haris mengatakan, Kemendikbudristek mendukung penuh usaha penegakan hukum yang dilakukan Polri terkait ferienjob di Jerman.

“Kami mendukung penuh upaya penegakan hukum ini yang dilakukan Polri terkait ferienjob di Jerman,” kata Abdul Haris.

Dia juga mengatakan, ferienjob tak pernah menjadi bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kemendikbudristek.

“Ferienjob tidak menjadi bagian dari MBKM. Seluruh program dan mitra MBKM dapat dilihat pada https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*