
DEPOK, KalderaNews.com – Banyak kecurangan yang sering terjadi di PPDB. Salah satunya diterima oleh Cyla, seorang atlet senam berprestasi yang gagal di PPDB 2024 jalur prestasi.
Cyla gagal menembus persaingan jalur prestasi di SMP Negeri 3 Depok meski sempat membawa harum nama Kota Depok melalui cabang olahraga gymnastic.
Salah satu prestasi tertinggi yang diraihnya adalah menjuarai Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Sekolah Dasar tingkat Provinsi.
BACA JUGA:
- JPPI: Ada Tipu-tipu Jalur Prestasi PPDB 2024, Ada Ordal dan Jastip, serta Jalur Preman
- Hati-hati! Pemprov Jawa Barat Siap Batalkan Kelulusan PPDB 2024 Jika Terbukti Curang!
- Gagal di PPDB 2024 Tahap 1? Jangan Khawatir Dulu, Ada Kesempatan Kedua untuk Dicoba!
Cyla yang mewakili Depok saat itu keluar sebagai pesenam terbaik. Meski berprestasi, Cyla tidak diterima di SMPN 3 Depok.
Kronologi Cyla alami kecurangan PPDB
Kartika orang tua Cyla menceritakan kronologi anaknya tidak diterima oleh SMPN 3 Depok
“Jadi, sehabis juara O2SN, guru-guru di sekolah Cyla sudah saranin untuk lanjut ke jenjang SMP, pretasi itu bisa dipakai untuk masuk ke sekolah mana saja di Depok, tinggal langsung tunjuk. Karena ini poinnya bakal dihitung tinggi kalau lewat jalur prestasi. Apalagi kejuaraan ini berada di bawah Kemendikbud langsung,” ujar Kartika.
Setelah lulus SD, Kartika tidak langsung mendaftarkan sang anak via jalur prestasi ke SMP Negeri 3 Depok. Cyla lebih dulu mendaftar lewat jalur zonasi ke sekolah yang berada tak jauh dari rumahnya.
Sayangnya, Cyla tidak lolos jalur zonasi. Kartika kemudian memanfaatkan jalur prestasi dan dia memilih mendaftar ke SMP Negeri 3 Depok.
Berbekal sertifikat kejuaraan O2SN tingkat Provinsi yang memiliki bobot cukup tinggi senilai 21 poin, Kartika cukup percaya diri jika anaknya bisa masuk sekolah impiannya.
Setelah melakukan pendaftaran, Cyla diminta melalukan uji kompetensi di sekolah sebagai salah satu rangkaian dari penerimaan siswa jalur prestasi.
Kartika menyebut, saat itu sekolah membatasi hanya ada 11 dari 40 orang yang nantinya akan diterima melalui jalur siswa berprestasi untuk tahun ajaran 2024/2025.
“Uji kompetensi waktu itu dilakukan tertutup, itu dilakukan dari pagi sampai siang. Panitia waktu itu bilang hasil lolos atau tidaknya bisa diterima besok. Saya waktu itu sudah cukup yakin, karena anak saya punya sertifikat yang bobotnya cukup bagus, masak enggak dapat kan,” ungkap Kartika.
Cyla gagal lolos PPDB 2024
Namun, ketika hari pengumuman, putri Kartika dinyatakan tidak lolos karena hanya ada 11 siswa yang diterima sementara Cyla ada di urutan ke-12.
Kartika pun curiga, lantaran para siswa atau siswi beprestasi yang diterima di sekolah tersebut, justru memiliki bobot sertifikat yang lebih rendah ketimbang sang anak.
“Saya kaget, ternyata posisi 1-11 itu bobot sertifikatnya yang paling tinggi 16 skornya. Sedangkan anak saya sertifikatnya itu punya skor 21. Saya ingat banget panitia PPDB ngomong begini acuan utama diterima atau tidaknya itu berdasarkan dari skor sertifikat. Jadi kalau uji kompetensi hanya melihat kemampuan sang anak,” ungkap Kartika.
Adapun yang lebih membuat Kartika semakin bingung adalah, siswa yang diterima PPDB bahkan ada yang hanya punya prestasi setingkat Kecamatan, dengan sertifikat 2,5 poin.
“Dari situ saya kaget dan coba sayangin sekolah, mana tau anak saya ada yang kurang dalam uji kompetensi dan lain-lain. Takutnya pelaksanaan uji kompetensi terutama cabor senam tidak ideal di sekolah, dan saya coba tawarkan di hall tempat Cyla biasa latihan. Mengingat kalau anak yang senang renang, itu di kolam renang kan,” paparnya.
Prestasi tidak jadi prioritas sekolah
Namun demikian, Kartika justru mendapatkan jawaban yang tidak terduga dari pihak sekolah. Mereka menyatakan bahwa prestasi Cyla memang berbobot tinggi, namun cabor gymnastic tidak menjadi prioritas sekolah.
“Sekolah memprioritaskan cabor-cabor yang umum, kayak sepak bola dan basket. Dan sering ada pertandingannya di kota Depok. Saya tahu di Depok jarang ada atlet senam, tapi anak saya ini sudah mau mewakili Depok juga di Porprov Jawa Barat 2026 nanti,” kata Kartika.
Kartika pun merasa sedih dan kecewa karena ia sendiri tidak pernah mendapatkan informasi tersebut saat mendaftarkan anaknya melalui jalur prestasi PPDB 2024.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply