Polemik UKSW Belum Usai, Komunitas Lintas Sivitas Akademika Desak Rektor Dicopot!

Bentuk aksi mosi tidak percaya pada rektor di Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (FH UKSW) Salatiga (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

SALATIGA, KalderaNews.com – Komunitas Lintas Sivitas Akademika Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga desak yayasan segera copot Rektor, Intyas Utami.

Permintaan itu disampaikan perwakilan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dalam pertemuan dengan pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW) pada Jumat, 4 Juli 2025.

Armando Nistelrooy Takuneno, Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas (BPMU) UKSW menyatakan, sejak mosi tidak percaya dilayangkan, tak ada upaya perbaikan.

BACA JUGA:

“Bahkan perbaikan komunikasi pun tidak ada. Sejak pertemuan 4 Juni 2025 tidak ada perubahan!” tegas Armando.

Maka, mereka pun mendesak pencabutan mandat atas jabatan rektor segera dilakukan.

“Kami memberi waktu selama lima hari untuk mengambil keputusan,” tegasnya sekali lagi.

Juru bicara Komunitas Lintas Sivitas Akademika UKSW, Krishna Djaya Darumurti juga mengungkapkan, permasalahan di kampus UKSW telah menjadi isu bersama.

“Hari ini terbukti perwakilan lintas unit kerja dan fakultas bersama menemui pengurus YPTKSW untuk menyampaikan pernyataan sikap,” katanya.

Krisna menyatakan, pergerakan sebelumnya yang menjadi isu di fakultas dan unit kerja kini telah menyatu, sehingga mereka bisa bergerak dan berjuang bersama.

“Batas waktu lima hari diberikan, karena selama ini pimpinan UKSW selalu mengabaikan batas waktu untuk pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan atas polemik di UKSW tidak boleh berlarut-larut untuk mengembalikan marwah Satya Wacana,” paparnya.

4 tuntutan Komunitas Lintas Sivitas Akademika UKSW

Krisna menyampaikan 4 tuntutan yang harus dipenuhi pengurus YPTKSW, yaitu:

  1. Mencabut keputusan rektor terkait pemberhentian pejabat struktural di Fakultas Hukum dan mengangkat kembali pejabat lama
  2. Mencabut segala keputusan Rektor UKSW yang tidak sesuai dengan nilai dan budaya organisasi.
  3. Melakukan audit keuangan UKSW oleh lembaga audit bertaraf internasional, termasuk pengelolaan klub basket Satya Wacana The Saints.
  4. Perbaikan tata kelola UKSW dari aspek sumber daya manusia, pengadaan barang dan jasa, serta akuntabilitas kepemimpinan.

Tanggapan Rektor UKSW Intyas Utami

Sementara, Rektor UKSW Intyas Utami menyatakan, seluruh keputusan termasuk pencopotan pejabat FH telah melalui proses evaluasi.

Intyas menegaskan, UKSW merupakan kampus yang memberi ruang kebebasan berpendapat.

Tetapi, ia mengingatkan agar penyampaian pendapat dilakukan dengan data valid agar tidak dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak relevan.

“Penyampaian aspirasi mahasiswa dilakukan dengan data yang valid dan positif sehingga tidak dimanfaatkan pihak-pihak yang kurang relevan,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*