
JAKARTA, KalderaNews.com – Topik seputar seksualitas sering kali dianggap tabu dan dihindari dalam keluarga. Padahal, pemahaman yang benar tentang hal ini sangat penting untuk keselamatan dan perkembangan anak.
Di Sekolah Cikal, topik ini dibahas secara aman dan terbuka melalui sesi Boys Talk and Girls Talk (BTGT), di mana siswa dapat belajar tentang tubuh, emosi, dan hubungan dengan orang lain sesuai dengan tahapan usia mereka.
BACA JUGA:
- Punya Banyak Anak itu Hak Setiap Orang, Tapi Jangan Abaikan Hak Dasar Anak Seperti Pendidikan
- PR Kini Tidak Boleh Mengerjakan Soal, Tapi Fokus Membaca dan Menulis
- Visa Pelajar Asing di AS Bisa Diterbitkan, Akun Medsos Wajib Dibuka, Kebebasan Berpendapat Terancam?
Menurut Ratna Kusuma Dewi, S.Psi., M.Psi., seorang Psikolog Klinis Anak-Remaja dan Konselor SMP-SMA Cikal Surabaya, ada 4 alasan utama mengapa pendidikan seksualitas sangat penting untuk diajarkan di sekolah:
1). Membimbing Anak Memahami Informasi yang Tepat
Di era digital, anak-anak sangat mudah terpapar informasi dari internet, termasuk konten yang tidak sesuai atau menyesatkan. Peran sekolah dan guru menjadi krusial untuk memberikan edukasi seksual yang benar dan sehat.
Dengan begitu, anak tidak akan salah paham atau menelan mentah-mentah informasi yang mereka dapatkan tanpa pendampingan.
2). Mendukung Anak Memahami Tubuh dan Diri Tanpa Rasa Malu
Rasa ingin tahu adalah bagian alami dari tumbuh kembang anak. Ketika pertanyaan mereka tentang tubuh dan diri ditanggapi dengan terbuka dan suportif, anak akan belajar bahwa hal-hal tersebut adalah wajar untuk dipahami, bukan sesuatu yang memalukan atau tabu.
Hal ini membantu mereka membangun pemahaman diri yang sehat dan positif.
3). Membangun Kesadaran Diri dan Perlindungan Tubuh
Pendidikan seksualitas di sekolah memberikan pemahaman kepada anak tentang hak-hak atas tubuh mereka. Anak-anak belajar mengenali batasan dan cara melindungi diri.
Mereka juga diajarkan untuk berani berkata “tidak” pada sentuhan yang membuat tidak nyaman dan tahu kepada siapa harus melapor jika ada hal yang tidak beres.
4). Meningkatkan Keterbukaan dan Kepercayaan
Membahas topik sensitif ini secara terbuka menciptakan budaya komunikasi yang positif di sekolah. Anak-anak menjadi tidak takut atau malu saat menghadapi perubahan dalam diri mereka.
Pendekatan ini tidak hanya membangun kepercayaan diri, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter dan perlindungan anak sejak dini.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply