
JAKARTA, KalderaNews.com – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mencatat, 4000 siswa telah jadi korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melihat kondisi tersebut, Indef mendesak pemerintah menghentikan sementara program dengan alokasi anggaran mencapai Rp335 triliun dalam RAPBN 2026 itu.
“Korban keracunan tidak bisa dianggap sekadar angka statistik. Ini menunjukkan lemahnya perencanaan dan pengawasan program,” ujar peneliti Indef, Izzudin.
BACA JUGA:
- Lagi-lagi, Murid Jadi Korban Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
- 135 Siswa SMPN 3 Berbah Alami Gejala Keracunan Usai Konsumsi MBG, Orang Tua Minta Evaluasi
- Terjadi Lagi! 283 Siswa di Bengkulu Keracunan Usai Santap MBG, Ini Rincian Datanya
Izzudin mendesak pemerintah mengevaluasi program tersebut secara menyeluruh sebelum memperluas cakupan MBG.
Dari total belanja negara sekitar Rp3.700 triliun dalam RAPBN 2026, Rp335 triliun atau setara 10 persen diproyeksikan untuk program ini.
“Tetapi, selama delapan bulan berjalan, masalah yang muncul tidak hanya keracunan massal, tetapi juga distribusi makanan yang tidak terkelola dengan baik,” ucap Izzudin.
Untuk mengurangi risiko kebocoran anggaran serta kegagalan implementasi, ia menyarankan agar MBG dilaksanakan bertahap.
Skema terbatas di sejumlah daerah dinilai lebih realistis, sekaligus memudahkan proses monitoring dan evaluasi.
“Jika dipaksakan berskala nasional tanpa uji coba, kapasitas fiskal akan tertekan hanya untuk satu program. Lebih baik, kita belajar dari praktik di negara lain seperti Brasil yang lebih murah dan efektif,” papar Izzudin.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply