Kripto Rontok Berdarah-Darah, Ini Dia Penyebabnya

Kripto
Kripto (EduFulus/Ist)
Sharing for Empowerment

The Path To Financial Freedom, EduFulus – Pasar mata uang kripto global mengalami pukulan signifikan, dengan total kapitalisasi pasar mencatat penurunan drastis hingga Rp1.826 triliun dalam waktu singkat.

Koreksi tajam ini terutama didorong oleh kombinasi faktor makroekonomi, yaitu pengetatan likuiditas di sistem keuangan Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya kekhawatiran terkait perang dagang antara AS dan Tiongkok.

SIMAK JUGA: Kripto Terpuruk Harga-Harga Berjatuhan, Ancaman Tarif Trump Sulut Crash Besar

Pemicu Utama Pelemahan Kripto

Analis pasar mengidentifikasi dua variabel eksternal utama yang menekan harga aset berisiko tinggi, termasuk kripto:

1). Likuiditas Ketat di AS

    Meskipun Federal Reserve (The Fed) AS telah memangkas suku bunga, indikator-indikator di pasar keuangan AS justru menunjukkan kondisi likuiditas yang mengetat.

    Peningkatan biaya pendanaan antar bank, seperti yang tercermin dari lonjakan selisih antara Secured Overnight Financing Rate (SOFR) dan Effective Federal Funds Rate (EFFR), menjadi sinyal kuat.

    Selain itu, meningkatnya penggunaan Standing Repo Facility (SRF) The Fed oleh bank komersial menandakan adanya kebutuhan likuiditas darurat, yang mengindikasikan tekanan pada sistem keuangan.

    2). Isu Perang Dagang Global

      Ketegangan perdagangan yang kembali memanas antara AS dan Tiongkok menjadi sentimen risiko global yang memukul pasar.

      Pengumuman mendadak mengenai rencana kenaikan tarif besar terhadap produk Tiongkok memicu gelombang kekhawatiran di kalangan investor.

      Hal ini mendorong investor untuk beralih ke aset lindung nilai (safe haven) seperti emas dan perak, yang terlihat melonjak, sementara aset berisiko tinggi seperti Bitcoin dan altcoin lainnya mengalami tekanan jual yang signifikan.

      Dampak di Pasar Kripto

      Pelemahan ini terasa di seluruh ekosistem kripto. Bitcoin (BTC) sempat jatuh di bawah level psikologis tertentu, dan aset kripto utama lainnya, seperti Ethereum (ETH), XRP, dan Solana (SOL), turut terkoreksi lebih dalam.

      Meskipun pasar bergejolak, para pelaku perdagangan aset kripto domestik menilai bahwa koreksi harga ini adalah reaksi pasar terhadap ketegangan geopolitik dan bukan pertanda fundamental Bitcoin melemah.

      Mereka menyarankan investor untuk melihat di luar harga saat ini dan mengambil perspektif jangka panjang. Koreksi dapat dimanfaatkan oleh investor jangka panjang untuk membangun posisi strategis.

      Jika ketegangan perdagangan mereda, Bitcoin diperkirakan dapat berkonsolidasi. Namun, selama isu perdagangan mendominasi, pasar kripto kemungkinan akan tetap berada di bawah tekanan volatilitas.

      SIMAK JUGA: Pasar Kripto “Crash” Berdarah-Darah Sepanjang Sejarah, Rp320 Triliun Hangus dalam 24 Jam

      * Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

      Be the first to comment

      Leave a Reply

      Your email address will not be published.


      *