Waktu dan Usia yang Tepat Anak Kenal Uang dan Menabung, Kapan Ya?

Ilustrasi Menabung (KalderaNews.com/Ist)
Ilustrasi Menabung (KalderaNews.com/Ist)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Keterampilan mengelola uang merupakan bekal penting yang perlu ditanamkan sejak anak-anak.

Melalui kebiasaan sederhana seperti menabung, pengenalan literasi finansial sejak dini menjadi kunci agar anak mampu mengambil keputusan yang bijak di kemudian hari.

Yofa Mameisca, Pendidik Rumah Main Cikal Lebak Bulus, menyampaikan bahwa di Rumah Main Cikal, pembiasaan menabung sudah menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari anak.

BACA JUGA:

Dengan menggunakan pendekatan bermain sambil belajar, anak-anak diajak memahami bahwa uang bukan sekadar alat tukar, tetapi juga memiliki fungsi penting, termasuk sebagai sarana menabung.

Waktu Tepat Mengenalkan Uang

Menurut Yofa, anak dapat mulai dikenalkan pada uang sejak usia 2 tahun.

Namun, pembelajaran yang lebih terstruktur dan mendalam dapat dimulai saat anak berusia 4 hingga 7 tahun , karena pada usia ini, kemampuan berpikir logis dan pemahaman simbol anak mulai berkembang.

Yofa merinci tahap pengenalan uang berdasarkan usia anak:

  • Usia 2–5 tahun: Anak mulai memahami bahwa uang digunakan untuk membeli sesuatu dan dapat dikenalkan dengan konsep dasar seperti membeli, menjual, dan menukar.
  • Usia 5–7 tahun: Anak sudah bisa memahami nilai uang secara lebih konkret. Di usia ini, anak mulai dapat diajarkan tentang menabung, membedakan keinginan dan kebutuhan, serta membuat keputusan finansial kecil, yang akan membentuk kebiasaan keuangan jangka panjang.

Menabung Melatih Kesabaran dan Tujuan Jangka Panjang

Yofa menekankan bahwa mengajarkan menabung sejak dini memiliki manfaat lebih dari sekadar menghemat uang.

“Menabung adalah keterampilan dasar dalam literasi finansial yang bisa membantu anak belajar menunda kepuasan (delayed gratification), menetapkan tujuan, dan merencanakan masa depan. Kebiasaan menabung sejak kecil dapat mendorong anak menjadi lebih cermat dalam mengambil keputusan finansial saat dewasa,” jelas Yofa.

Kebiasaan kecil ini, imbuhnya, melatih anak belajar sabar, punya tujuan, dan berpikir jauh ke depan, yang akan menjadi bekal besar untuk keputusan finansial mereka di masa depan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


714 views