
JAKARTA, KalderaNews.com – Sekolah Tarakanita 3 bersama orangtua murid belajar dari salah satu pembelajaran karakter Tarakanita yaitu tentang kedisiplinan sebagai bentuk nilai plus dari Cc5.
Dalam rangka mengisi waktu setelah SAS maka sekolah mengajak orangtua yang memiliki keahlian dan profesi untuk dapat mensharingkan serta membelajarkan kebiasaan yang baik dengan mengangkat tema “Pentingnya Kesehatan Mulut dan Gigi sebagai Bentuk Kedisiplinan”.
Kesehatan mulut dan gigi merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Orangtua murid yang berprofesi sebagai dokter gigi dan tenaga kesehatan mulut menekankan bahwa merawat gigi bukan sekadar kebiasaan rutinitas, tetapi juga wujud kedisiplinan dan tanggung jawab terhadap diri sendiri.
BACA JUGA:
- Coloring With Maped: Karya Hebat dari Tangan-tangan Kecil KB-TK Tarakanita 5
- SD Tarakanita 1 Jakarta Ngelmu Budidaya Lobster Bersama Peternak dari Bali
- Kelas A KB-TK Tarakanita 5 Bermain dan Belajar Air di Kolam Rendam
Hal ini sejalan dengan karakter dasar peserta didik Tarakanita yang menjunjung disiplin, kerapihan, dan kepedulian.
Dalam penjelasannya drg. Fitriyantinie menyampaikan 5 hal penting terkait kesehatan mulat dan gigi
1). Kesehatan Mulut dan Gigi: Fondasi Kesehatan Tubuh
Mulut adalah pintu masuk makanan dan minuman ke dalam tubuh. Jika kebersihan mulut tidak dijaga, bakteri dapat berkembang dan menyebabkan berbagai masalah seperti gigi berlubang, radang gusi, bau mulut, hingga infeksi yang dapat memengaruhi kesehatan organ lain.
Menurut para dokter gigi, kesehatan mulut yang baik dapat mendukung tumbuh kembang anak, meningkatkan kepercayaan diri, dan membantu mereka belajar dengan lebih nyaman.
2). Kedisiplinan sebagai Dasar Perawatan Gigi
Salah satu karakter yang ditekankan di Tarakanita adalah disiplin diri. Disiplin dalam merawat gigi berarti anak belajar bertanggung jawab terhadap kesehatan dirinya.
Contoh sederhananya seperti menyikat gigi teratur setiap pagi dan malam, berkumur setelah makan, serta membiasakan diri untuk memeriksakan gigi enam bulan sekali adalah latihan kedisiplinan yang akan terbawa hingga dewasa.
Melalui kebiasaan ini, anak tidak hanya merawat kesehatannya tetapi juga membentuk karakter positif, antara lain:
- Konsisten terhadap rutinitas kesehatan,
- Tanggung jawab menjaga kebersihan diri,
- Kemandirian dalam mengatur perilaku sehari-hari.
3). Manfaat Kesehatan Gigi dan Mulut dalam Kehidupan Sehari-hari
- Menjaga kesehatan mulut memberikan dampak luas pada kehidupan anak, di antaranya:
- Meningkatkan kenyamanan saat belajar
- Anak dapat berkonsentrasi lebih baik tanpa rasa nyeri gigi atau sariawan.
- Menunjang kepercayaan diri
4). Senyum yang bersih dan sehat membuat anak lebih percaya diri dalam berkomunikasi dan bersosialisasi.
5). Mencegah penyakit sejak dini
- Gigi yang dirawat dengan baik mengurangi risiko gigi berlubang, infeksi, dan masalah kesehatan lainnya.
- Membangun kebiasaan positif sepanjang hidup -Kebiasaan merawat gigi sejak kecil akan terbawa hingga dewasa sebagai gaya hidup sehat.
Selain menyampaikan cara merawat gigi, untuk kesempatan ini drg. Fitriyantinie mengajak anak-anak untuk melihat berbagai kebiasaan yang nyaman namun berdampak buruk pada kesehatan gigi.
Setelah dengan bertanya jawab dan sharing dengan peserta didik mendapat kebiasaan yang tanpa terasa dilakukan seperti: gigit ibu jari, gigit bibir, makan dengan satu sisi, bahkan menopang dagu yang dilakukan terus menerus juga dapat mengubah posisi rahang.
Yang lebih menarik banyak ditemukan cara-cara perawatan gigi yang membuat penampilan menjadi cantik dan percaya diri.
Melalui kegiatan ini, Sekolah Tarakanita 3 ingin menyampaikan pesan penting tentang menjaga kesehatan mulut dan gigi untuk kebaikan bersama. Dengan demikian dapat mewujudkan sikap kedisiplinan diri terlebih mensyukuri atas anugrah Tuhan akan tubuh yang sehat.
Bagaimana dengan Peran Orangtua dan Sekolah terhadap Kesehatan mulut dan gigi?Orangtua terutama yang memahami dunia kesehatan gigi-berperan penting memberikan contoh dan edukasi yang benar.
Di sisi lain, sekolah Tarakanita menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan kebiasaan baik. Kolaborasi keduanya menjadi bekal bagi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang sehat, berkarakter kuat, dan bertanggung jawab. (Penulis: Anastasia Maryanti, S.Pd)
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply